Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026
Curhat

Hematlah, Enerji Indonesia Sangat Terbatas

* Rodrick Sitompul - STEM Akamigas Cepu, Blora, Jawa Tengah
- Minggu, 20 September 2015 21:26 WIB
153 view
Hematlah, Enerji Indonesia Sangat Terbatas
Indonesia bakal menemukan kejayaan. Itu bukan cuma jargon atau hanya motto tapi bisa diwujudkan. Caranya, ayo kerja. Bersama dengan kreativitas harus pula berhemat.

Berhemat dalam segala hal. Tetapi, dalam konteks ilmu yang kupelajari, harus pandai-pandai menggunakan enerji. Memilih dan memilah mana yang menjadi prioritas. Misalnya dalam mengonsumsi BBM, menggunakan daya listrik, gas dan lainnya.

Menghemat BBM dapat dilakukan dengan banyak cara. Mulai tidak memanjakan diri dengan kendaraan yang mengonsumsi BBM dalam CC besar hingga — jika mungkin —meninggalkan kendaraan bermesin. Naik sepeda, sih oke kok.

Teringat kala masih SMA St Thomas 1 Medan. Rekan-rekan menggunakan kendaraan mewah bahkan karena bagian dari kelompok tersebut, sempat bercita-cita jadi pembalap. Setelah masuk dalam pemahaman bahwa enerji harus dihemat, cita-cita bertarung di sirkuit, pupus.

Pertimbangannya karena kenyataan yang dihadapi bahwa cadangan energi Indonesia sangat terbatas. Bahkan cadangan minyak bumi tinggal untuk beberapa tahun lagi. Sedang untuk energi alternatif dan terbarukan belum dimanfaatkan secara maksimal.

Jika terus mengimpor, harganya dapat selangit sebab disesuaikan dengan fluktuasi harga keekonomian. Dikarenakan belum mampu memroduksi enerji terbarukan itulah, aku coba mengimbau, harus berhemat. Enerji listrik di Sumut pun masih tergolong belum maksimal.

Kenyataan itu terasa saat kembali ke kampung halaman untuk mengikuti doa syukur Pesta Emas pernikahan ompung, Binsar Sitompul - Ny Poloni Br Lumbantobing di Danau Toba Convention Medan, Sabtu (12/9). Di daerah tertentu masih ada pemadaman aliran listrik. Hal tersebut tak bisa dielakkan karena produksi listrik di Tanah Air masih belum seperti negara tetangga.

Kondisi kontradiksi justru terlihat. Tatkala hendak kembali bertolak ke kampus untuk kembali menimba ilmu, tidak sedikit gedung-gedung masih menyalakan lampu di pagi dan siang hari. 

Sama seperti dengan fasilitas AC, misalnya. Pendingin ruangan tidak perlu menyala bila tidak ada orang di ruangan. Atau, jika harus dihidupkan, tidak dengan harus dingin hingga sampai seperti beku.

Tetapi, semua yang kuutarakan hanya sebatas imbauan. Kiranya berkenan. (Rodrick Sitompul Kampus STEM Akamigas Cepu JL Gajah Mada -  38, Cepu, Kec. Blora Kota, 5831/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru