Suara hempasan pintu terdengar nyaring dari sebuah kamar anak laki-laki yang kala selalu terjadi ketika orangtua Rendy datang dan pergi dari bisnis mereka. Dan bukan hanya menghempaskan pintu bahkan Rendy selalu bertingkah kasar kepada orangtuanya yang amat sibuk itu. Karena kesibukan mereka hingga tak ada waktu sedikit pun untuk melihat Rendy putra satu-satunya yang mereka miliki, bahkan sekedar untuk duduk santai bersama saja mereka tidak dapat meluangkan waktunya.
Hal itu menyebabkan Rendy tumbuh menjadi remaja nakal, yang sering tawuran dan memiliki geng sendiri. Rendy sudah sering keluar masuk sekolah, karena selalu dikeluarkan dari sekolah-sekolah favorit.
Ketika proses belajar, handphone Rendy berbunyi nyaring dan langsung mengangkatnya tanpa ragu di depan guru biologinya.
“Halo?, oh iya gue sekarang ke situ oke, tunggu gue!â€
Setelah mengangkat telpon dari Deden, Rendy langsung bergegas berlari keluar tanpa menghiraukan gurunya lagi. Ketika berlari keluar tak sengaja menabrak seorang gadis yang seangkatan dengannya, namun itu tak membuat ia berhenti berlari ia terus berlari.
Saat di tempat yang sudah direncanakan, baku hantam pun tak terelakkan lagi. Darah yang mengalir di wajah tak membuat mereka gentar untuk membalas dendam. Namun di saat Rendy ingin memukuli, tiba-tiba suara sirene mobil polisi terdengar dan membuat Rendy dan geng lain berlari berhamburan.
“Woy, Kabur,†ada polisi!â€
“Sialan! kata Deden.
Rendy dan Deden menaiki mobil sport milik Rendy dan bergegas pergi ke lapangan futsal tempat yang sering dikunjungi. Kebiasaan di sana adalah bercanda, merencanakan apa yang ingin dikerjakan esok, bermain futsal. Dan kegiatan sekarang adalah bermain futsal bersama Deden, Oyong, Aga, Afay. Mereka adalah sahabat-sahabat Rendy semenjak kelas 1 SMP walau mereka berbeda sekolah itu tak membuat persahabatan mereka putus bahkan sekarang persahabatan bertambah erat.
***
“Woy, lempar sama gue!â€
“Ini tangkap!â€
Tapi lembaran bola dari Afay membuat bola itu terlempar keluar lapangan sehingga mengenai kaki seorang anak laki-laki dan Rendy menyuruh untuk melemparkan kembali kembali bola itu, anak laki-laki itu pun melemparkan bola dengan trik-trik menendang yang unik. Karena merasa tertantang Aga mengajak anak laki-laki itu untuk ikut bermain bola bersama dengan rasa percaya diri anak laki-laki itu melangkah maju menuju lapangan dan memperkenalkan dirinya.
“Hay, gue Andre anak SMA 2â€
“Oh, berarti kita satu sekolah dong,†kata Oyong.
“Ya udah gak usah banyak bicara, lebih baik kita lanjutkan pertandingan iniâ€
“Siapa takut!â€
Dan telah berakhir pertandingan konyol itu dan pemenang diraih oleh Andre. Rendy berinisiatif untuk memasukkan Andre ke dalam Geng Winner dan mengumumkan kepada sahabatnya pada malam nanti di tempat yang berbeda yaitu di Danau Hijau.
Pada malam tiba Andre bersama Rendy telah datang terlebih dahulu dengan menggunakan motor CBR. Menyusul Oyong, Afay, Deden dan Aga datang dengan menggunakan skuter mereka. “Hah! Anak Geng Winner ternyata anak ramah lingkungannya, zaman sekarang masih aja makai skuter,†Andre terkejut melihat Geng Winner mengenakan skuter.
“Itu sudah sering mereka lakukan bila ke tempat ini,†kata Rendy.
“Woy, udah nunggu lama ya, bro?â€
“Gak juga...santai.â€
***
Kebiasaan mereka bila di Danau Hijau adalah berenang. Walau pada malam hari dan cuaca dingin mereka selalu berenang, karena mereka percaya bahwa mereka adalah pemenang. Di saat mereka naik ke darat dan semua menggigil kedinginan Rendy membicarakan Andre yang ingin ia masukkan ke dalam kelompok mereka.
“Eh, bagaimana kalau kita masukkan lagi satu anggota ke dalam geng kita? Ada yang keberatan?â€
Emm..kita terima Andre di kelompok kita.â€
“Iya, kan?†kata Afay.
“Tapi ada satu syarat.â€
“Yaitu kita bertukaran celana dalam†kata Aga konyol.
“Okelah,â€
“Ini,†kata Andre sambil membuka celananya.
“Setelah pertukaran celana dalam itu Andre resmi menjadi anggota Geng Winner malam itu juga serta Andre sanggup menjalani semua kegiatan Geng Winner.
Dua minggu sudah berlalu semenjak bergabungnya Andre di Geng Winner dan baru kali ini selama dua minggu Geng Winner tak tawuran. Namun itu tak untuk selamanya Oyong mendengar kabar bahwa Geng Star yaitu geng paling besar dan berpengaruh mengajak untuk berkelahi di gedung olahraga. Rendy langsung memberi tahu yang lain.
“Besok jam 8 malam kita ke gedung olahraga, Geng Stars telah berurusan dengan kita,â€
“Baik, aku langsung menuju ke gedung olahraga.â€
“Tapi gue gak mau ikut, gue pasti dimarahi sama nyokap gue kalau gue minta izin untuk tawuran..â€
“Gak mau tahu yang penting kamu datang ke gedung olahraga.â€
Deden dan Oyong pun bertengkar karena Deden tak berani meminta izin kepada orangtuanya untuk menyelamatkan sahabat mereka Aga. Dan gara-gara baku hantam itu polisi harus turun tangan. Semua tertangkap. Saat di dalam sel mereka tatap saat beradu mulut hingga orangtua mereka masing-masing datang, terkecuali Rendy. Rendy melihat ke sana-kemari namun tak ada orangtuanya datang namun yang datang hanya asisten orangtuanya.
Keesokan harinya, semua telah datang terkecuali Deden. Oyong sempat terpancing emosi saat Rendy, Andre dan Afay datang.
“Ngapaian kamu datang ke sini?â€
“Sudah! bila ingin bertengkar jangan di sini, kita selamatkan dulu sahabat kita selanjutnya terserah kamu ingin melanjutkan persahabatan kita atau harus berhenti di sini...†Oyong dan Rendy sempat beradu mulut, namun dengan bijaksana Rendy menjawabnya.
Rendy bersumpah tak ingin berbuat jahat lagi.
(f)