Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Sisi Jenius Ahmed, Remaja Pencipta Jam Digital Diduga Bom

- Minggu, 20 September 2015 21:35 WIB
537 view
Sisi Jenius Ahmed, Remaja Pencipta Jam Digital Diduga Bom
Dallas (SIB)- Ahmed Mohamed kini menjadi remaja populer di dunia. Bocah 14 tahun itu pembuat jam digital yang diduga bom. Temuannya membuatnya ditangkap polisi. Padahal, jam tersebut dirancang dari kamarnya sebagai salah proyek rekayasa.

Dallas Morning News melaporkan, Ahmed berkata maksudnya membawa jam digital itu sekadar ingin memberi tahu kepada guru teknik tentang apa yang dikembangkan. Itu merupakan sebuah rangkaian dari papan sirkuit, suplai daya, yang dihubungkan pada panel layar untuk menunjukkan waktu secara digital.
The Verge, Kamis (17/9) mengurai, sepupunya menyebutkan Ahmed adalah anak yang jenius. Ahmed pernah membuat radio dan speaker Bluetooth sendiri sebagai kado untuk temannya. Ahmed yang saat ini duduk di kelas sembilan ini juga ingin menjadi penemu saat ia nanti besar.  Ahmed mengaku tertarik dengan dunia robotik dan perekayasaan, makanya di sekolah ia ikut dalam klub robotik.

Penangkapan Ahmed itu membuka fakta kemampuan bocah AS yang menyukai matematika, rekayasa dan robotik itu merupakan tidak begitu mengesankan.  Kemampuannya bidang sains, teknologi, engineering dan matematika (STEM) masih kalah jauh dari negara lain.

Hal itu bisa dilihat dari hasil tes PISA yang mengukur kompetensi bocah usia sekitar 15 tahun. Hasil dari tes tersebut menunjukkan AS berada di peringkat ke-35 dari 64 negara dalam matematika. Sementara dalam bidang sains, bocah AS menempati urutan ke-27.

Setelah menjadi viral, keluarga Ahmed menciptakan inisiatif LaunchGood untuk mencari tambahan dana bagi Ahmed. Kampanye yang bertajuk #IStandWothAhmed berharap bisa mendapatkan dana untuk mendukung Ahmed dan anak jenius lainnya dengan agar bisa mendapatkan dukungan dalam bidang STEM.

Kisah Ahmed itu kemudian menarik perhatian mulai dari Presiden Barack Obama, pendiri Facebook sampai menjadi viral di dunia maya dengan tagar #IStandWithAhmed.

Kronologi di Sekolah

Sebelum bertemu guru teknik, Ahmed mengikuti kelas Bahasa Inggris. Jam digitalnya terus berbunyi sepanjang kelas dan membuat guru jengkel. Sang guru Bahasa Inggris mengatakan itu terlihat seperti bom. "Aku bilang, ini tidak terlihat seperti bom."

Tetapi guru Bahasa Inggris penasaran dan membawa Ahmed ke ruang kepala sekolah. "Mereka membawa saya ke sebuah ruangan yang penuh dengan lima petugas di mana mereka menginterogasi saya dan memeriksa barang-barang saya dan mengambil tablet serta penemuan saya," tuturnya. "Mereka mengatakan, jadi, kamu mencoba membuat bom? Saya mengatakan kepada mereka, tidak, karena saya hanya membuat sebuah jam."

Tak lama setelah itu, Ahmed dibawa ke kantor polisi, tangannya diborgol ke belakang, dan pihak polisi mengambil sidik jarinya. Ahmed tidak diizinkan menelepon ayahnya oleh polisi, sampai proses interogasi selesai." Saya tidak melakukan sesuatu yang salah. Aku hanya menunjukkan kepada guru saya tentang sesuatu, dan saya akhirnya ditangkap hari itu."

Pada saat Ahmed berada di kantor polisi, di media sosial beredar foto Ahmed yang sedang diborgol. Ketika itu Ahmed terlihat memakai baju bertuliskan NASA, dengan wajah terkesan bingung dan ketakutan. Adik Ahmed meminta teman-temannya untuk menyebarkan foto tersebut.

Secara tak langsung bocah yang sekolah di MacArthur High School di Irving, Texas, itu mengucap terima kasih kepada pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, Presiden AS Barack Obama, dan Hillary Clinton.

Ketiga nama besar itu telah memberi dukungan kepada Ahmed melalui publikasi di media sosial.

"Jam yang keren, Ahmed. Apakah kami mau membawanya ke Gedung Putih? Kita harus menginspirasi lebih banyak anak-anak seperti kamu yang menyukai ilmu pengetahuan. Itu akan membuat Amerika besar," tulis Obama melalui akun Twitter resmi kepresidenan AS, @POTUS.

Sementara Hillary Clinton, mengatakan bahwa asumsi dan ketakutan tidak akan membuat warga tetap aman. Ia memberi dukungan agar Ahmed "tetap memiliki rasa penasaran tinggi dan terus berkarya."

Sementara pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengajak Ahmed untuk datang ke kantor Facebook serta meminta agar terus berkarya setelah mengetahui Ahmed sebelumnya pernah melakukan penelitian dan pengembangan secara independen.

Bocah berkacamata ini mengatakan sebelumnya telah membangun sepasang speaker Bluetooth dan berencana bakal mematenkan penemuan itu karena memanfaatkan teknologi dengan magnet neodymium. Di akhir jumpa pers, Ahmed mendorong anak muda untuk tetap bekerja melanjutkan penelitian mereka. "Jangan biarkan orang mengubah siapa Anda," katanya. "Bahkan jika Anda diterpa konsekuensi atas hal itu. (t/R9/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru