Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Dari Kutub Utara Remaja Indonesia Imbau Jaga dan Cintai Lingkungan

- Minggu, 08 November 2015 17:10 WIB
837 view
Dari Kutub Utara Remaja Indonesia Imbau Jaga dan Cintai Lingkungan
SIB/Dok/h
Nesha Kannama Ichida dan Yohanes Kevin Indrawan mengibarkan Merah Putih di Benua Arctic.
Arctic (SIB)- Nesha Kannama Ichida dan Yohanes Kevin Indrawan menjadi remaja pertama yang mengibarkan Merah Putih di Kutub Utara atau Benua Arctic. Dari wilayah terdingin di dunia itu, kedua mengimbau remaja Indonesia untuk menjaga dan mencintai lingkungan.

Keduanya terpilih menjadi perwakilan Indonesia dalam tim ekspedisi Youth4Arctic ke Kutub Utara selama 2 minggu. Program tersebut bertujuan untuk melihat langsung perubahan iklim di kutub utara dan dampaknya bagi kawasan lain di dunia termasuk Indonesia. Kegiatan di daerah beku tersebut mulai dari menyusuri padang salju, berkemah di alam bebas, hingga berinteraksi dengan suku Inuit, penduduk asli kutub utara.

Bersama rombongan lain, mereka membuat film dokumenter yang didukung oleh kru film National Geographic dan Imax yang mendokumentasikan dampak perubahan iklim dari tempat bersuhu udara minus 50° Celcius itu.

Keduanya terpilih menjadi pemenang dalam kompetisi nasional dan Yayasan Peduli Bumi Indonesia untuk menjelajahi kutub utara. Sepulangnya dari sana, diharapkan mereka dapat memberi solusi terkait masalah lingkungan.

Dalam akun instagramnya pada 2 Oktober, Kevin menyatakan bahwa mereka adalah anak muda pertama yang mengibarkan bendera Indonesia di Arctic.
Yohanes Kevin Hendrawan adalah lulusan STP Nusa Dua Bali, jurusan Pariwisata. Wajahnya juga sering muncul di televisi sebagai bintang iklan juga sebagai presenter. Sebelum mengikuti ekspedisi, Kevin telah banyak berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Mulai dari penanaman pohon bersama dengan komunitas lingkungan, program 60+Earth Hour Program hingga bersih-bersih pantai yang dijadikan kegiatan rutin setiap dua minggu bersama anggota kampusnya.

Esainya menunjukkan minatnya di dalam Eco-Tourism yang mendorong kegiatan pariwisata sambil memberi dampak lingkungan positif, kontribusi sosial budaya dan ekonomi untuk kedua tujuan wisata dan masyarakat setempat.

Nesha merupakan remaja yang masih bersekolah di Universitas Terbuka Inggris, jurusan IPA. Sejak lama, gadis manis berusia 19 tahun ini telah mengikuti beragam program relawan di seluruh Indonesia.

Pernah mengurus pusat satwa liar rehabilitasi di Sulawesi Utara, Jawa dan Bali, dan memiliki antusiasme dan minat yang kuat di alam dan lingkungan, sesuai dengan cita-citanya yang ingin menjadi seorang peneliti dan ilmuwan kelautan.

Nesha mendapat beasiswa dari Dewan Studi Lapangan di Inggris untuk bergabung dengan program mereka tentang komunikasi keanekaragaman hayati. Esainya yang membuatnya lulus ini mengambil tema kewajiban membuat perubahan untuk mendapatkan masa depan yang aman dengan mendidik generasi muda tentang cara merawat planet. (T/NG/R9/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru