Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Pertukaran Pelajar, Dewa Lubis Kenalkan Kopi Luwak Sidikalang di Korsel

- Minggu, 15 November 2015 15:05 WIB
443 view
Pertukaran Pelajar, Dewa Lubis Kenalkan Kopi Luwak Sidikalang di Korsel
Cheongju (SIB)- Dewa Lubis lolos seleksi pertukaran pelajar Indonesia - Korea Selatan. Selama 12 hari berada di negeri ginseng tersebut, siswa SMAN 1 Medan itu difokuskan sosialisasi di Gwangdeok High School, Cheongju.

Menetap di Cheongju, pria yang Ketua Satuan Pelajar (Satpel) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumut tersebut menginap di rumah keluarga angkatnya, Kim Gyong Su  di kota yang berlokasi di provinsi Chungcheongbuk-do, bagian barat Korea Selatan.

Aktivitas sehari-hari sama seperti sekolah di Indonesia. Hanya saja, sekolah di Korsel beda dengan di Tanah Air. Waktu belajar mulai pukul 08.00 waktu setempat hingga pukul 22.00. “Semua pelajaran diajarkan tapi penekanannya pada keunggulan pribadi pelajar, termasuk kegemaran siswa. Misalnya, bila suka pada seni, yang diajarkan adalah mengenai humaniora yang memacu kemahiran bidang seni yang disukai,” jelas Dewa Lubis melalui pesan singkat di akun pribadinya, Kamis, (12/11).

Selama di sekolah negeri Timur jauh tersebut, sejumlah hal penting hinggap di benaknya. Mulai dari kesungguhan para pendidik yang memosisikan diri sebagai pembimbing pelajar hingga hal-hal njelimet yang diperhatikan untuk memacu siswa.  “Maaf, jika boleh membandingkan di Indonesia, pendidik di Korea beda sekali dengan kebanyakan guru di Tanah Air. Bila pelajar kurang tahu, apalagi belum tahu atas satu soal, harus dijelaskan sedetilnya hingga siswa benar-benar paham akan apa yang diinginkannya,” jelas Dewa Lubis sambil mengatakan dengan cara itu kualitas pelajar Korsel dijamin mutu.

Saat sesi mengiintepretasi kekayaan wilayah masing-masing, Dewa Lubis memperkenalkan warisan budaya yang sudah diakui Unesco PBB yakni mengenai batik. Pelajar di Korsel paham pada batik. Tetapi ketika memperkenalkan ulos, pengetahuan siswa di negeri ginseng, kosong. “Padahal, ulos kan dikerjakan manual hingga butuh perhatian lebih maksimal ketimbang tenunan lain,” ujarnya.

Hal lain yang diperkenalkannya adalah kopi Sidikalang yang sudah populer di seluruh dunia. Dewa Lubis bahkan menceritakan proses kopi hingga dinamakan kopi luwak.

Tatkala menegaskan biji kopi dikonsumsi musang dan dikeluarkan melalui pembuangan hewan pengerat itu, pelajar Korsel justru semakin tertarik. “Pelajar di Cheongju sangat tertarik dengan hewan. Apalagi proses kopi luwak sangat alami, yang tak tersentuh kimiawi!”
***
Dewa Lubis lahir di Medan pada 10 Juni 2000. Menimba ilmu di SD Harapan 3 dan SMP Harapan 1 serta melanjut ke SMAN 1 Medan. Selain fokus pada pelajaran, aktif di kegiatan sosial dan keagamaan. Hingga sekarang menjadi pengurus Badan Kemakmuran Masjid Ibnu Shina SMAN1 Medan. (R9/ r)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru