Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Game Melumpuhkan Stimuli Otot Motorik Kasar

- Minggu, 15 November 2015 15:06 WIB
409 view
Game Melumpuhkan Stimuli Otot Motorik Kasar
Medan (SIB)- Prof Dr Ir Ali Khomsan MS mengatakan, anak-anak yang fokus main game tanpa diselingi edukasi dan rangsangan otak akan melumpuhkan stimuli otot motorik kasar. Akibatnya, anak akan kehilangan sifat tanggap, baik pada lingkungan terdekat apalagi pada lingkungan sosial. Antisipasinya, anak dimaksimalkan memiliki aktivitas positif, mulai dari gerakan yang disesuaikan dengan usia. “Tumbuh kembang anak bukan hanya dengan pemberian nutrisi tapi harus dibarengi gerakan hingga nutrisi yang tepat bekerja dari dalam dan stimulasi dari luar untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” ujar Dewan Guru Besar Institut Pertanian Bogor itu di Medan, Sabtu (14/11), di jeda kompetisi Gerakan Senam Tanggap! di Gedung Serbaguna Unimed.

Pria yang fokus meneliti Ilmu Gizi Masyarakat itu bilang, Gerakan Senam Tanggap! membantu anak usia prasekolah mencapai tumbuh kembang yang optimal melalui penekanan pada aspek stimulasi. “Hal ini harus dipahami dan disosialisasikan sedemikian rupa hingga era digital yang membawa anak pada permainan komputer menyadarinya,” tegas Guru Besar Pangan dan Gizi IPB terebut.

Didampingi Head of Corporate Communication Nestlé Indonesia Nur Shilla Christianto, Brand Manager Nestlé Dancow Batita Trida Rachel Angelina  mengatakan, melalui gerakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua, generasi muda bahwa dalam tumbuh kembang anak bukan hanya pemberian nutrisi tapi adanya gerakan tubuh untuk menstimuli yang tepat sehingga nutrisi bekerja dari dalam dan stimulasi dari luar untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Gerakan Senam Tanggap!  diperkenalkan September 2015 di Jakarta. Rangkaian aktivitas tersebut merupakan hasil pengembangan Nestlé Dancow Batita bersama Ali Khomsan dan psikolog Dra Mayke S Tedjasaputra MSi dimulai dengan pembekalan pengetahuan mengenai nutrisi dan stimulasi yang tepat kepada para guru di 765 PAUD di Indonesia melalui Kelas Guru PAUD Tanggap. Hasil kompetisi di Medan akan mewakili daerah ini ke Kompetisi Senam Tanggap! tingkat nasional pada Desember 2015. Kegiatan di Medan merupakan kota pelaksanaan ke-11 dari 17 kota dan diikuti oleh PAUD dari kota-kota yang berpartisipasi. (R9/y)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru