Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026
Curhat

Emak dan Social Media

* Alprida Yanti, SMAS Pantiharapan, Lawe Desky, Aceh Tenggara
- Minggu, 20 Desember 2015 22:20 WIB
395 view
Emak dan Social Media
Aku jadi bingung. Pening sendiri tapi tak tahu harus berbuat apa. Emakku makin antipati pada apa yang dinamakan internet. Melihat aku memegang smartphone langsung mengamuk. Menuduhku macam-macam. Semuanya bernada negatif.

Mulai dari aku jadi pemalas, tidak dapat membagi waktu sampai tugas-tugas seharian terbengkalai hingga prestasi sekolahku menurun. Emang kuakui tapi tidaklah semua berantakan karena aktivitas tambahan aktivitasku di social media.

Padahal, ketika ada program internet masuk desa, emak yang paling antusias. Apalagi ada penyuluhan pada komunitas ibu-ibu, emak justru jadi pioner. Menjemputin kawan-kawan sesama suri rumah tangga. Jadi jurkamnya dan menjelaskan bahwa internet bisa menambah penghasilan dan wawasan.

Tetapi, tatkala ada hal yang tak mengenai perasaannya, emak mulai mencak-mencak. Mulutnya komat-kamit seperti membaca mantra minta hujan duit. Kemudian, saat membuka komputer dan mendapat konten nyleneh, kebenciannya pada dunia maya semakin tinggi.

Aku pun diultimatum, mengurangi kegiatan dari komputer. Kalau bisa, menghentikan sama sekali. Dan entah karena apa, aku harus hengkang  dari jejaring sosial. Alasannya, manfaat internet cuma menambah pengeluaran dan merusak moral. Ah....

Selidik punya selidik alasan emak berang karena melihat konten porno. Soalnya, emak searching ke mana-mana dan salah mengklik. Tetapi, kenapa karena kesalahannya semua jadi digeneralisir. Dan aku jadi korbannya?

Atas saran emak, aku mengiyakan. Tetapi, tanpa setahunya, aktivitas ke dunia maya tetap kulakukan. Soalnya, guru-guru pun selalu memberi tugas berkaitan dengan dunia maya.

Tatkala ada pertemuan orangtua siswa di sekolah menjelang bagi rapor, di jeda silaturahim dengan guru yang difasilitasi kepala sekolah, ada game-game yang terkait dengan jejaring sosial. Pertanyaan yang dikemukakan terkait internet dan aku selalu berhasil menjawab.

Yang terakhir, guru BP minta siapa pemilik akun dengan folower tertinggi. Aku masuk dalam lima besar dan dapat hadiah lagi. Keberhasilan itu membuat emak kagum.

Kejadian itu membuat emak merestui aku untuk aktif di dunia maya seperti sedia kala. (f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru