Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026
Curhat

Aku Jadian di Tengah Jalan...

Sahemi - Sialang Buah, Serdang Bedagei
- Minggu, 10 Januari 2016 21:06 WIB
326 view
Aku  Jadian di Tengah Jalan...
Kegagalan dan kegagalan adalah DP yang harus kubayar di depan untuk sebuah kesuksesan...

Entah dari mana ide a short writing means beautiful tersebut terangkum. Petikannya mengalir begitu saja ketika kusadari perjuanganku sudah maksimal tapi hasilnya sangat minim. Aku, kali ini, gagal lagi. Dan ini entah yang ke berapa kali.

Ketika pertama kali menyukai seseorang, berbalas. Tetapi hubungan itu kandas karena aku tak mau hasratnya terganggu. Kekasihku disukai juga teman dekatku. Aku mengalah.

Tatkala cinta keduaku tiba, aku mengundurkan diri sebab aku sadar bahwa pelabuhan hatiku tak sebanding denganku. Ia orang terhormat dengan pangkat hebat. Aku? Hahaha... susah cakaplah melukiskan posisiku.

Sekarang aku suka lagi pada seseorang. Manusianya baik, baik sekali bahkan. Profesinya abdi negara, yang menjaga pertahanan NKRI. Keren kan?
Tetapi aku minder padanya. Soalnya, dua perjalanan hatiku diketahuinya persis. Yang pertama adalah seniorennya dalam tugas kenegaraan. Yang kedua, aku justru yang menceritakan padanya. Saking tahunya tentang hatiku saat cinta pertama dan kedua, ia selalu menjadikan hubunganku bahan joke.

Itulah alasanku kenapa aku khawatir bahkan takut mengutarakan isi hatiku padanya saat ini. Saking tak punya cara menyampaikannya, aku menulis status seperti di atas.

Entah angin dari mana, statusku itu justru dibalasnya. Ia bertanya maksud dan tujuanku menulis seperti itu. Ia sendiri yang bertanya apakah tulisan itu ditujukan padanya.

Aku tak bisa menjawab, bahkan untuk menggangguk pun, tak mampu. Ia juga tak melanjutkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan itu. Meski demikian, aku tetap membuka komunikasi dengannya, yang dengan harapan ia mengetahui persis isi hatiku.

Suatu kali, ia ada urusan ke Medan. Aku ingin banget diajaknya ikut serta karena aku menetap di ibu kota Sumut. Tetapi, harapan tinggal harapan karena sampai petang hari, aku tak juga dapat kabar darinya. Ya sudah, aku pun limbung dengan lamunan sendiri.

Saking bingung, aku melangkahkan kaki sekenanya. Ke luar masuk mal. Naik turun tangga penyeberangan.

Di tengah hiruk pikuk arus lalu lintas di sekitar Terminal Terpadu Amplas yang semrawut itu, aku menatap dari fly over. Ketika hendak menyeberang Ertiga putih menyerempetku dengan kencang hingga tubuhku limbung.

Ingin kumaki, tapi berbarengan seorang pria dengan ray ban menyembulkan wajahnya. Aku terkesiap. Si pria adalah lelaki yang kunanti.

Dalam geram, ia merangkulku dan meremas jemariku. Tidak ada kata yang terucap tapi aku merasakan kedamaian. Sejuk di dadaku. Betapa damainya hatiku. (r)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru