Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Ahli Digital Muda Berlimpah tapi Sarana Eksperimen Minim

- Minggu, 31 Januari 2016 21:59 WIB
388 view
Ahli Digital Muda Berlimpah tapi Sarana Eksperimen Minim
SIB/Dok
Digital: Herri Zulkarnain Hutajulu sharing tentang digital dengan perwakilan produsen kelas dunia di Gebyar Millenium Akhir Tahun 2015 with Sony, Jumat (29/1).
Medan (SIB)- Kemajuan digital di Indonesia melahirkan sejumlah ahli-ahli muda dalam perangkat yang bersentuhan dengan dunia maya. Tetapi, sarana eksperimen, mulai dari menyalurkan talenta hingga mengasah kemahiran, minim. Akibatnya, potensi tersebut stagnan. Bila ingin semakin melebarkan kemampuan, hijrah ke Jakarta bahkan ke luar negeri.

Regional Business Development Sumatera Alfaland Group Drs Herri Zulkarnain Hutajulu MSi mengatakan hal tersebut di Gebyar Millenium Akhir Tahun 2015 with Sony, Jumat (29/1). “Kami berharap pemerintah memberi fasilitas hingga para ahli digital tersebut mendapat media yang mampu mendukung dan menjembatani masuk ke industri digital,” tegasnya didampingi Marketing Manager Millennium ICT Center Machruzar dan Raymond Federich.

Sebagai satu-satunya mal berkonsep cyber, pusat pengadaan alat digital terlengkap dan terbesar di Sumut - Aceh tersebut dilengkapi 50 titik hotspot Wifi.Id. “Kami ingin anak-anak muda yang digital minded memaksimalkan potensi dan fasilitas di sini, tapi pemerintah memberi reward bahkan merangsang agar bakat tersebut semakin berkembang ke arah positif,” harap pria yang menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan tersebut.

Ia menunjuk bahwa Millennium ICT memiliki sedikit 500 counter yang semuanya mengadopsi perangkat ICT berupa telepon seluler, gadget dan komputer. 

Posisi itu memungkinkan anak-anak muda mengisi kebutuhan. “Tahun 2016, sebagai program pihaknya merangkul anak-anak muda sebanyak-banyaknya untuk melatih dan menguji kemahiran dalam dunia digital,” jelasnya sambil mengatakan cara itu dimaksudkan melatih anak-anak muda menyelami dunia maya dengan cara sehat bahkan memberi nilai tambah dengan mendapatkan penghasilan.

Herri Zulkarnain Hutajulu mencontoh Jakarta atau Bali yang mendukung anak-anak mudanya berkreasi digital hingga seluruh layanan teraplikasi dalam bentuk digital. Peluang tersebut yang ingin diciptakannya karena terkait layanan umum di Medan dan Sumut pada keseluruhannya masih belum tersentuh dunia digital. (R9/f)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru