Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Peneliti Muda Nazri Pasaribu dan Enda Sitepu Uji Temuannya di Italy

- Minggu, 31 Januari 2016 22:01 WIB
1.898 view
Peneliti Muda Nazri Pasaribu dan Enda Sitepu Uji Temuannya di Italy
SIB/Dok
Nazri Afandi Pasaribu dan Enda Cindylosa Sitepu bersama Prananda Surya Paloh di Senayan Jakarta, dan inzert Fandi menaiki mobil balap elektrik berpengendali Android.
Jakarta (SIB)- Dua pemuda berdarah Sumut — Nazri Afandi Pasaribu dan Enda Cindylosa Sitepu — membuat penelitian dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, keduanya go nasional bahkan internasional.

Fandi — demikian pria kelahiran Barus, Tapanuli Tengah yang kini studi di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta itu disapa dekat — adalah desainer mobil balap elektrik berpengendali Android. Enda justru meneliti bidang penyakit Parkinson. 

Perempuan yang suka menulis puisi, cerpen dan novel itu menguji temuannya hingga mendapat predikat berprestasi dai Fakultas Kedokteran Universitas Gaja Mada Yogyakarta. Selain itu, penelitiannya mengantarkan Enda ke International Conference di Milan, Italy.

Rabu, (27/1), keduanya menemui anggota DPR RI Prananda Surya Paloh di Senayan Jakarta dalam maksud menyosialisasikan temuannya. Didampingi peneliti Ade Muhammad yang menjabat Kepala Tenaga Ahli  Prananda, Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem itu mengajak orang-orang muda, khususnya berdarah Sumatera Utara menginspirasi raihan prestasi Fandi dan Enda. 

“Mari kita berikan apresiasi dan dukung mereka!” ujar pendiri PSP Faoundation yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan untuk mendukung ketahanan pangan di Sumut tersebut. “Next time kita bisa jumpa!”

***
Langkah Fandi tak hanya dalam satu penemuan tapi terus berkreasi. Ketua Mobil Listrik Universitas Islam Indonesia Yogyakarta itu kini sudah memiliki 5 hak paten atas temuannya.

Selain menciptakan mobil listrik berbasis Android, Fandi menciptakan Helycame. Alat tersebut seperti drone, yang dapat digunakan untuk pengambilan foto-foto dari udara.

Prestasi Fandi pernah disosialisasikan di Pandan, Tapteng saat bertemu dengan Bupati. Kehadirannya didampingi Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Yogyakarta Edi Subagio, Bayu Sudewa dan Kristamayu bersama fungsionaris Lembaga Eksekutif Mahasiswa Yogyakarta. Dalam pertemuan itu dirangkai kesepahaman dibentuk kelas Inspirasi dan untuk mendonasi buku bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan di Tapteng, termasuk dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi UMKM dengan melibatkan warga lebih banyak.

***
Akan halnya Enda. Dalam blog pribadinya, perempuan murah senyum itu menyebut dirinya sebagai seorang calon dokter yang jatuh cinta pada sastra dan memiliki bermimpi besar. Mimpi-mimpi besar itu telah saya goreskan di blog sejak beberapa tahun yang lalu.

Enda lahir di Hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni 1994 di Kota Bogor. Pindah ke  kota kecil di Riau bernama Bangkinang. Di umur 15 tahun, Enda hijrah ke Pekanbaru untuk menuntut ilmu. Karena menuntut ilmu jugalah saya sempat tinggal di Depok, dan sekarang di Yogyakarta. “Hingga saat ini saya masih merajut,” tulisnya.

***
Atas kekompakan dan prestasi keduanya, sejumlah netizen mengapresiasi dan mengaku terinspirasi. Seperti yang ditulis Hardina Ginting, Christian Toti, Amri Susilo, Susi Amenta Angin, Depari Asa, Nova Melinda, Angiat Jay, TiQa Azmahunnisa, Sharma Panggabean, Hardina Ginting, Ronika Novaria Berutu, Kartini Sitohang, Dila Ardila, Rehulina Ginting, Julinda Idawaty Manurung, Rudyy Huang, Darmawati Sitinjak dan Elo. 

Tetapi, ada yang mendoakan agar dua peneliti berdarah Batak itu berjodoh.  Kartini Sitohang, misalnya mengatakan keduanya adalah pasangan yang serasi sebab sama-sama pintar. Good Luck! Ocehan itu langsung diaminkan Nazri Afandi Pasaribu. (T/R9/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru