Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Mardian Sanjaya Realisasikan Cinta pada Satwa

- Minggu, 14 Februari 2016 20:56 WIB
826 view
Mardian Sanjaya Realisasikan Cinta pada Satwa
SIB/Dok
Mardian Sanjaya menunjukkan hewan hasil buruannya di TNGL.
Gayo Lues (SIB)- Bagi sebagian anak muda, Valentine’s Day dilewati dalam suasana gembira penuh canda cerita tapi Mardian Sanjaya memrioritaskan merealisasikan cintanya pada satwa. Salah satunya dengan masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). 

Di areal Kawasan Pelestarian Alam seluas 1.094.692 hektar tersebut ia melakukan hobi berburu tapi hewan yang tergolong merusak tanaman warga, seperti babi hutan. “Saya membatasi diri berburu hewan. Senjata cuma dengan peluru kaliber 4,5 milimeter. Artinya, hanya dapat membahayakan hewan kecil,” ujarnya di jeda jamuan Imlek 2567 bersama keluarga besarnya.

Pengetahuan berburu bermula ditularkan ayahnya, yang kerap membawanya ke hutan. Karena sering membuatnya jadi ikut memegang senjata. Sekali dua kali masuk hutan, masih gamang tapi sekarang jadi bagian aktivitasnya. Abangnya, Iwan Sanjaya yang broadcast senior di radio tekemuka di Medan, mencintai satwa langka dengan memelihara seperti luwak dan binatang reptil. 

Berburu bagi Mardian merelaksasi jiwa. Soalnya, saat mengintai buruan, dijadikannya seperti bermain dengan sasaran. Yakni melindap-lindap, berlari, sembunyi. “Hewan juga punya naluri seperti manusia,” kenangnya saat berhasil memburu pelanduk. “Bagi yang suka makan, cita rasa pelanduk seperti ayam kampung muda. Gurih!”

Masuk ke hutan pun tak sekadar menunaikan kegemaran, tapi mengantisipasi andai ada oknum yang ingin merusak hutan. “Kalau ketemu kelompok lain yang ingin mengeksploitasi hutan, yah... cegahlah,” ujarnya.

Mardian tahu fungsi TNGL yakni  sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, tempat pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Lahir di Medan pada 5 Maret 2002 dari orangtua Haidin Wijaya - Lisa. Menimba ilmu  SD sampai SMA di Mardi Lestari Medan. Tidak melanjut pendidikan karena fokus pada hobinya mengoleksi benda antik dan berburu. Mengisi sakunya, Mardian punya usaha kuliner titisan leluhurnya, Ng Boek Koen yang mengibarkan cap Kue Bakul Merbau Medan. (t/R9/h)  


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru