Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 Juli 2026

Menjaga Kepercayaan Pengguna Transportasi Udara

- Selasa, 30 Oktober 2018 13:05 WIB
554 view
Dunia penerbangan Indonesia kembali berduka. Pesawat Lion Air JT 160 Jakarta-Pangkal Pinang jatuh ke laut, setelah 13 menit mengudara. Dari daftar korban, ada antara lain pegawai BPK, Kemenkeu, anggota DPRD, jaksa dan polisi.

Berbagai spekulasi muncul di jagad media sosial (medsos) tentang penyebab jatuhnya pesawat. Diharapkan netizen tidak menelan bulat-bulat informasi tersebut. Sebab investigasi resmi dan diakui adalah yang dilakukan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Publik lebih baik bersabar dan memercayakannya ke KNKT. Terlalu dini mengambil kesimpulan dan menghakimi pihak tertentu sebagai penyebab terjadinya kecelakaan. Sebab berbagai kemungkinan masih bisa terjadi, apakah itu human error atau masalah lain.

Memang manajemen Lion Air telah merilis informasi awal. Ternyata pesawat tersebut dilaporkan masih baru dan dioperasikan tahun 2018 ini. Pilotnya disebut merupakan seorang profesional, sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.
Informasi hanyalah data awal bagi KNKT. Diharapkan investigasi dilakukan secara cermat, cepat dan akurat. Teknologi sekarang harusnya tidak lagi berlama-lama dalam meneliti penyebab terjadinya kecelakaan. Dulu masih dimaklumi jika hasil analisa kotak hitam hingga berbulan-bulan.

Semua energi sebaiknya dikerahkan mencari korban, hidup atau mati. Memang Basarnas dalam hitungan jam sudah bergerak ke lokasi. Bahkan nelayan di sekitar jatuhnya pesawat secara spontan ikut melakukan pencarian. Solidaritas  terbangun dengan cepat dari berbagai kalangan, sebagai sesama anak bangsa.
Sebagai bentuk dukungan, netizen jangan ikut menyebarkan foto-foto korban. Meski mungkin maksudnya baik, agar lebih baik mengetahui dan berdoa. Sebab itu tidak menghibur keluarga yang sedang berduka. Justru malah membuat mereka makin sedih dan larut dalam duka.

Kita berharap semua korban bisa dengan cepat ditemukan semua. Mari dukung tim yang bekerja keras di lapangan. Tim konseling sebaiknya dibentuk untuk keluarga korban yang mungkin stres dan depresi.

Kepercayaan publik untuk menggunakan pesawat udara perlu dipulihkan. Itu sebabnya KNKT bersama instansi lainnya harus bergerak cepat. Informasi harus bisa diakses secara daring semua pihak, termasuk keluarga korban. Jadi tidak harus datang ke posko atau bandara untuk informasi terbaru. (**)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru