Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Edukasi Warga yang Panik

Redaksi - Selasa, 03 Maret 2020 13:55 WIB
370 view
Edukasi Warga yang Panik
beritasatu.com
Ilustrasi
Presiden Jokowi akhirnya mengakhiri kesimpangsiuran tentang virus corona di Indonesia. Secara resmi disampaikan ke publik tentang adanya dua orang WNI yang telah terjangkit. Mereka diduga tertular setelah berinteraksi dengan warga Jepang.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemudian memberi penjelasan panjang tentang langkah taktis menghadapi virus corona. Masyarakat diminta tidak panik dan tetap tenang. Informasi dan panduan selanjutnya melalui saluran resmi untuk diikuti semua warga.

Sementara di media sosial telah banjir dengan berbagai informasi tentang virus corona. Sebagian memang mengutip sumber resmi, namun tak sedikit tak jelas siapa memberi informasi. Situasi genting seperti ini sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebar hoaks.

Patroli siber diharapkan proaktif menangkal penyebaran hoaks. Selain imbauan, tindakan tegas tetap perlu dilakukan. Para penyebab hoaks sama dengan teroris yang dengan sengaja menyebar ketakutan.

Sebaliknya Kemenkes bersama pemangku kepentingan lainnya mesti membanjiri
media massa dan media sosial dengan informasi yang benar. Masyarakat yang panik perlu diedukasi secara perlahan. Bila perlu turun langsung ke desa-desa memberi penjelasan.

Kelangkaan dan melonjaknya harga masker harus segera menjadi perhatian. Jika ada ulah spekulan yang ingin memancing di air keruh, sebaiknya segera diungkap.

Pemerintah mesti membaginya secara massal dan gratis kepada warga.
Perusahaan besar diwajibkan menyalurkan dana CSR untuk membantu menanggulangivirus corona dan dampaknya.
Keterlibatan dalam hal kecil seperti pembagian masker, sabun antiseptik dan suplemen sangat bermanfaat. Jadi warga dari kalangan bawah bisa ditenangkan dari kepanikan ini.

Warga sebaiknya mematuhi imbauan pemerintah untuk mencegah terjangkit virus corona. Gaya hidup sehat sudah harus menjadi kebiasaan. Kenakanlah masker bagi yang mengalami indikasi gangguang pernafasan.

Saran untuk sementara tidak bersentuhan dengan orang mesti dipatuhi. Selalulah
mencuci tangan dengan antiseptik usai beraktivitas di luar rumah. Jika tidak urgen, tak usah keluar rumah dan berkumpul di tempat umum.

Kita berharap badai akan berlalu. Tunjukkan simpati bagi penderita di Indonesia
dan berbagai belahan dunia. Semoga vaksinnya segera ditemukan dan menyelamatkan banyak orang. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru