Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Narasumber yang Kompeten dan Kredibel

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 12:09 WIB
896 view
Narasumber yang Kompeten dan Kredibel
m.tribunnews.com
Ilustrasi
Begitu ditemukan pasien positif virus corona di Indonesia, kehebohan terjadi di mana-mana. Orang-orang tiba-tiba menyerbu pusat perbelanjaan, toko-toko dan pasar. Mereka memborong masker, sabun septik dan bahan makanan.

Kepanikan ini bisa berlanjut, seperti menyerbu ATM untuk menarik tunai. Memang belum terjadi dan harus dicegah. Jika tidak bank bisa mengalami rush dan mengganggu perekonomian nasional.


Sumber kisruh ini sebenarnya karena kesimpangsiuran informasi. Antara satu pejabat dengan yang lain berbeda. Hal ini diperparah maraknya hoaks di media sosial yang masih dijadikan warga sebagai referensi.

Bayangkan tiba-tiba ada kepala daerah ingin meliburkan siswanya. Pejabat yang lain menyebutkan situasi sudah genting di daerahnya. Padahal sikap dan arahan Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan sudah ada sebelumnya yang intinya menyejukkan serta situasi masih terkendali.

Mungkin ada kebiasaan di kalangan pejabat untuk berbicara ke publik padahal tak dikuasai materi yang disampaikan. Sayangnya beberapa media langsung menyambar tanpa mempertimbangkan apakah narasumber tersebut kompeten dan kredibel. Ilmu jurnalistik menekankan kehati-hatian memilih narasumber, jangan asal comot.

Untunglah pemerintah cepat menyadari penyebab kisruh ini. Kini sudah diberlakukan informasi satu pintu. Ada pejabat yang memang kompeten dan kredibel ditunjuk sebagai juru bicara virus corona.

Jadi wartawan dan media sudah saatnya selektif memilih narasumber untuk mengomentari masalah virus corona. Meski seorang medis, tidak otomatis tahu secara detail persoalan tersebut. Patut disesalkan beredarnya informasi adanya herbal yang bisa menangkal virus corona, yang secara klinis belum terbukti.

Tak perlu ragu menjelaskan virus corona belum ada obatnya. Saat ini tindakan terbaik adalah melakukan pencegahan. Meski begitu, para pakar bekerja siang dan malam mencari penangkal dan obatnya.

Masyarakat diharapkan tidak lagi menelan bulat-bulat informasi yang beredar di media sosial. Itu sebabnya pemerintah harus menjelaskan apa itu virus corona secara lugas dengan bahasa yang dimengerti rakyat. Jika diedukasi dengan benar, takkan terjadi kepanikan dengan memborong barang dan mengurung diri.

Di sisi lain, para penyebar hoaks agar dipantau dan dilakukan penangkapan agar menjadi efek jera. Ada saja yang memang ingin menari di atas penderitaan orang lain. Masalah virus corona jangan dijadikan bahan candaan, atau mengambil kesempatan dalam kesempitan. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru