Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Maret 2026

Vaksinasi Sudah di Depan Mata

Redaksi - Rabu, 21 Oktober 2020 10:37 WIB
791 view
Vaksinasi Sudah di Depan Mata
iStockphoto/herraez
Ilustrasi vaksin covid-19.
Kalau selama ini masyarakat dijejali dengan berita-berita penularan covid yang terus meningkat dan demo besar-besaran terkait UU Cipta Kerja, kini pemerintah menyampaikan kabar baik. Tidak lama lagi (tinggal menghitung hari), dipastikan proses vaksinasi Covid-19 akan dimulai November 2020.

Kekhawatiran masyarakat akan penularan Covid-19 pun akan sirna dan kegiatan ekonomi pun akan menggeliat kembali. Sehingga kondisi bangsa yang sudah masuk 7 besar sebagai negara pengutang terbesar di dunia diharapkan secara perlahan akan pulih kembali.

Sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto, pihaknya sudah mendapat kepastian dari perusahaan vaksin China, Sinovac, Sinopharm, dan Cansino terkait ketersediaan vaksin covid ini. Pada November hingga Desember 2020 akan ada vaksin untuk 9,1 juta orang.

Meskipun jumlahnya masih sangat terbatas dibanding 272 juta penduduk Indonesia, tetapi ini merupakan awal yang menggembirakan. Sehingga masyarakat harus iklas atas inisiatif pemerintah yang memprioritaskan tenaga medis khususnya yang bertugas di RS rujukan dan aparat kepolisian untuk mendapatkan vaksin ini. Karena mereka sangat beresiko tertular virus saat menangani pasien Covid-19 dan melayani masyarakat. Tenaga medis harus kebal duluan, sehingga pasien dapat ditangani dengan baik.

Selanjutnya adalah petugas laboratorium di tempat pemeriksaan spesimen Covid-19 karena mereka berhadapan langsung dengan virus itu. Kemudian tenaga kesehatan yang melakukan kontak tracing saat mencari kasus.

Selain tenaga medis dan tenaga laboratorium, maka prioritas selanjutnya adalah kelompok public service atau pemberi layanan masyarakat, seperti petugas operasi yustisia pelanggar protokol kesehatan yang terdiri dari Satpol PP, Polri dan TNI. Juga pegawai yang bertugas di bidang jasa public service lainnya, seperti di Bandara, Stasiun dan Pelabuhan.

Di samping mendapatkan vaksin yang sudah siap pakai, pemerintah juga berupaya mengadakan vaksin sendiri di dalam negeri kerjasama dengan kampus dan laboratorium biomolekular. Bahkan TNI juga melakukan upaya sendiri menemukan vaksin covid.
Sehingga dengan upaya keroyokan ini, diharapkan pada tahun 2021 semua warga sudah dapat divaksinasi.

Selain itu, masyarakat khususnya umat muslim juga tidak perlu meragukan kehalalannya, apalagi karena diproduksi di China. Pemerintah telah mengirim tim inspeksi dari BPOM, Kemenag dan MUI ke China untuk meminta sharing data terkait proses pembuatan dan kehalalan vaksin tersebut. Termasuk hasil uji klinis terakhir yang dilakukan di Brazil, China dan negara lainnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang juga menjabat Ketua MUI juga merasakan adanya kekhawatiran sebagian umat soal halal atau haram vaksin ini. Namun dia menekankan bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengutamakan keselamatan rakyat tetap berdasarkan fatwa MUI, sehingga umat tidak perlu khawatir berlebihan.

Kerja keras yang sudah dilakukan pemerintah selama ini untuk mendapatkan vaksin ini patut mendapat apresiasi. Apalagi saat ini semua dunia berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Kita bersyukur bisa mendapatkannya secara langsung dari pabrikannya di China.

Namun masyarakat tidak boleh larut dalam euforia sehingga menjadi sepele dengan virus ini. Pemerintah tetap mengupayakan herd imunity (kekebalan imunitas) untuk sejumlah 160 juta orang (70%). Selainnya tetap mengandalkan kekebalan tubuh sendiri tanpa vaksin. Sehingga ditekankan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak.(*)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru