Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Maret 2026

Dunia Menghargai dan Mempercayai Kita

Redaksi - Jumat, 23 Oktober 2020 10:27 WIB
832 view
Dunia Menghargai dan Mempercayai Kita
stock.adobe.com
Ilustrasi
Meskipun kondisi perekonomian kita babak belur dan telah masuk resesi sebagai dampak dari wabah Covid-19, tetapi dunia masih tetap menghargai dan mempercayai Indonesia. Salah satu wujud penghargaan itu adalah dengan diabadikannya nama Presiden Jokowi menjadi nama jalan di Uni Emirat Arab (UEA). Lokasi jalan itu pun bukan jalan biasa atau jalan kumuh tetapi di kawasan perkantoran sejumlah diplomat asing di Abu Dhabi, ibukota UEA.

Penamaan Jalan Pesiden Jokowi ini menambah jumlah nama tokoh Indonesia menjadi nama jalan di negara asing. Seperti Jalan Sukarno di Rabat, Maroko, Jalan Muhammad Hatta di Harleem, Belanda, Jalan Raden Adjeng Kartini di Amstersdam dan Jalan Munir di Den Haag.

Pemberian nama tokoh dan pimpinan Indonesia di luar negeri ini tentu saja bukan hanya penghargaan secara pribadi kepada tokoh bersangkutan. Tetapi penghargaan kepada Indonesia sebagai wujud hubungan bilateral antar kedua negara yang sudah terjalin baik saat tokoh yang bersangkutan memimpin negara ini.

Memang tidak bisa terpisahkan antara tokoh bersangkutan dengan negara. Tetapi sudah pasti dasar mereka menghargai negara kita tidak terlepas dari simpati mereka dengan tokoh bersangkutan. Sehingga diharapkan hubungan baik kedua negara dapat ditingkatkan dan saling menguntungkan.

Selain mendapatkan penghargaan di tengah pandemi ini, Indonesia juga masih tetap mendapat kepercayaan dari negara sahabat. Kepercayaan itu terbukti dengan kehadiran PM Jepang yang baru dan belum ada sebulan berkuasa Yoshihide Suga, langsung melakukan kunjungan perdana ke Vietnam dan Indonesia, Selasa (20/10/2020).

PM Jepang saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor juga mengungkapkan empatinya atas beban berat yang dialami Indonesia mengatasi Covid-19 dan dampaknya. Sehingga meskipun Indonesia sudah masuk 7 negara pengutang terbesar di dunia sebagaimana dirilis Bank Dunia baru baru ini, tetapi Jepang tetap percaya dengan memberikan pinjaman sebesar 50 miliar Yen untuk meningkatkan kapasitas penangulangan bencana di Indonesia. Kalau dirupiahkan kira-kira mencapai Rp.6,95 triliun lebih.

Selain itu, Jepang juga akan mendorong kerjasama terhadap lembaga pengkajian kesehatan di Indonesia melalui pembelian barang dan peralatan medis. Penghargaan dan kepercayaan negara sahabat ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia bukanlah negara gagal, tetapi memberi semangat untuk bangkit kembali memulihkan kondisi yang sudah terpuruk.

Sayangnya di dalam negeri, pemerintah tidak sepenuhnya mendapat kepercayaan dan dukungan publik. Baik dalam penanganan Covid maupun dalam pelaksanaan pembangunan selama ini. Pemerintah sudah kerja keras untuk mengatasi dan mencegah meluasnya penularan Covid. Namun meskipun hasil survey ada peningkatan kepuasan dan kepercayaan masyarakat, tetapi belum seperti yang diharapkan.

Demikian halnya program pemulihan ekonomi nasional dan pengesahan UU Cipta Kerja untuk menarik investor asing, malah diprotes besar-besaran dengan dukungan sejumlah tokoh-tokoh berpengaruh. Padahal tujuannya adalah untuk kebaikan bangsa, tetapi bagi mereka apa yang dilakukan pemerintah tidak benar sehingga selalu ditentang melalui berita-berita hoaks maupun aksi demo besar-besaran.

Padahal selama pemerintahan Jokowi, sejumlah program pembangunan sudah terlaksana. Seperti pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya hampir merata di seluruh Indonesia, pembangunan pariwisata, kemudahan sertifikasi tanah, seleksi PNS yang bersih dan bebas KKN serta program lainnya yang menyentuh kehidupan masyarakat. Memang belum sempurna dan janji-janji kampanyenya juga belum terealisaai sepenuhnya, tetapi apa yang sudah dilakukan pemerintah sudah cukup baik.

Namun jangankan dihargai, malah masih ada sejumlah kelompok yang menghujat. Padahal seyogianya nama Presiden Jokowi sudah bisa diabadikan menjadi nama jalan tol atau nama infrastruktur lainnya yang dibangun selama pemerintahannya. Sama seperti nama Sukarno-Hatta sebagai nama bandara dan nama-nama pahlawan lainnya yang telah berjasa di negara ini. Memang belum tentu Jokowi menginginkan itu, tetapi nama dia pantas ditorehkan. Dengan demikian maka akan semakin banyak orang yang berloma-lomba membuat kebaikan dan kebajikan di negara ini. (*)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru