Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Maret 2026

Melindungi Dokter Sebagai Diri Sendiri

Redaksi - Sabtu, 24 Oktober 2020 11:39 WIB
685 view
Melindungi Dokter Sebagai Diri Sendiri
ipopba
Ilustrasi dokter
Hari Dokter Nasional Indonesia diperingati setiap tahun pada 24 Oktober. Hari besar ini diadakan untuk mengingat jasa para dokter kepada masyarakat luas.

Pada 2020 ini, kita merayakan Hari Dokter Nasional Indonesia yang ke-70. Hari besar ini dicetuskan pada 24 Oktober 1950 oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Biasanya, ada berbagai jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, seperti demonstrasi pada tahun 2016 lalu. Pada aksi damai ini, 2000 dokter menuntut penghapusan program DLP (Dokter Layanan Primer) yang dinilai membebani dokter dan APBN.

Pada awalnya, perkumpulan dokter ini bernama Vereniging van Indische Artsen. Pada tahun 1926, nama organisasi ini berubah menjadi Vereniging Van Indonesische Geneeskundige (VGI). Tetapi, pada masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan diubah lagi menjadi Jawa izi Hooko-Kai.

Karena pembubaran dan pergantian ini, pada 22-25 September 1950, Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) diadakan. Dr Sarwono Prawirohardjo terpilih sebagai Ketua Umum IDI pertama. IDI kemudian resmi berdiri pada 24 Oktober 1950 saat Dr Soeharto melakukan pertemuan resmi dengan notaris.

Seiring waktu berjalan, ragam masalah datang dan berlalu. Namun dokter sebagai pelayan kesehatan tetap menjadi garda terdepan dalam menentukan kehidupan manusia. Termasuk kondisi saat ini, pandemi Covid-19 sangat membutuhkan keberadaan dokter untuk menyelamatkan jiwa manusia. Tanpa dokter, kita tak tahu lagi berapa banyak nyawa akan terenggut sia-sia.

Sebagian besar masyarakat berpandangan, bahwa menjadi dokter itu suatu profesi yang enak. Selain dianggap mulia dan terhormat, kesejahteraannya pun terjamin. Namun anggapan itu sebanding dengan tanggung jawab yang besar. Apalagi dalam kondisi darurat kesehatan sekarang ini, dokter ibarat tentara yang berhadapan dengan musuh yang kuat tanpa bisa dilihat secara kasat mata. Nyawanya pun jadi taruhan.

Seperti diketahui, data terbaru Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkap, dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19 terus bertambah. Total kasus dokter yang meninggal dunia akibat infeksi Covid-19 hingga Sabtu (3/10/2020) menjadi 130 dokter.

Dari 130 dokter yang wafat, 67 orang merupakan dokter umum degan 4 guru besar. Kemudian ada 61 dokter spesialis dan 4 di antaranya merupakan guru besar, dan 2 orang residen. Keseluruhan dokter tersebut berasal dari 18 IDI wilayah provinsi dan 61 IDI Cabang Kota/Kabupaten.

Sementara itu, kematian akibat Covid-19 lainnya pada profesi dokter gigi berjumlah 9 orang yaitu 6 dokter gigi umum dan 3 dokter gigi spesialis.

Terkait persoalan ini, Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr Ari Kusuma, SpOG(K) menyampaikan, kejadian ini sangat memprihatinkan.
Kendati pemerintah dan banyak pihak gencar mengkampanyekan pentingnya protokol kesehatan, tapi jumlah kematian tenaga kesehatan terutama dokter semakin bertambah pesat.

Angka kematian yang cepat ini, kata dia, membuktikan bahwa masyarakat tidak hanya abai terhadap pelaksanaan protokol kesehatan, namun juga tidak peduli pada keselamatan tenaga kesehatan.

Memperingati Hari Dokter Nasional di tengah pandemi Covid-19 kali ini, saatnya kita menyadari dan mengevaluasi pandangan kita terhadap profesi dokter. Sebuah profesi mulia, sangat dibutuhkan, dihargai dan dilindungi untuk menyelamatkan jiwa manusia. Memberi penghargaan kepada dokter bukan hanya sekadar ucapan, tetapi dengan membenahi sikap agar kita peduli dengan keselamatan mereka.

Peduli dengan mereka mengharuskan kita menuruti nasihat dokter dengan betul-betul menjaga protokol kesehatan; menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, gunakan handsanitizer dan lainnya. Di samping itu memperkuat imun tubuh dengan konsumsi makanan sehat, vitamin, menjaga kebersihan dan rutin berolahraga.

Melindungi diri sendiri berarti kita melindungi dokter. Artinya, kita harus menyadari bahwa dokter adalah bagian dari diri kita sendiri. Orang yang berjiwa sehat tentu ingin melindungi diri, dokter dan apa saja yang merupakan bagian dari lingkungannya. (***)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru