Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Maret 2026

Harapan dari Belawan

Redaksi - Senin, 26 Oktober 2020 11:38 WIB
840 view
Harapan dari Belawan
KOMPAS.com / Mei Leandha
Pelabuhan Belawan Medan yang menjadi komitmen pembenahan Pelindo 1, Jumat (29/9/2017)
Kabar baik terdengar dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang ingin menjadikan kawasan Belawan dan sekitarnya menjadi salah satu tempat wisata bahari.

Edy menyebut, akan menata kawasan Belawan dan sekitarnya agar lebih lestari dan layak huni.

Saat ini, katanya, kawasan itu tidak tertata baik, bahkan terkesan kumuh. Selain itu ada juga hutan mangrove yang dialihfungsikan menjadi kebun sawit.

Seperti diketahui, kawasan yang terletak di utara Kota Medan itu, dulu sangat terkenal. Selain pelabuhannya yang strategis dan menjadi pusat ke luar-masuk orang antar-pulau lewat jalur laut, juga terkenal dengan perdagangan barang impor dan benda-benda keramik dengan harga terjangkau.

Belawan juga dikenal dengan warganya yang berkarakter keras. Bahkan orang dulu menyebutnya sebagai wilayah preman. Sehingga bila hendak ke sana, seseorang terus diwanti-wanti agar tetap siaga supaya tidak kecopetan atau dipalak.

Meski kondisi keamanan menjurus miring, namun keinginan warga lain untuk berkunjung ke sana sangat tinggi. Bahkan warga luar yang berkunjung ke Kota Medan akan menyempatkan diri ke "kota tua" itu. Karena dari mulut ke mulut mereka mendengar banyak barang bagus di sana dengan harga terjangkau untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Sayangnya, dengan karakter berbeda itu, sepertinya tidak ada upaya pemerintah memperhatikan perkembangan kota. Kawasan Belawan begitu-begitu saja, tidak berkempang seperti wilayah lain Kota Medan. Bahkan terkesan sangat tertinggal. Banyak kawasan kumuh, jalan-jalan rusak akibat rob yang rutin menggenangi. Pembangunan kota juga stagnan dan tidak teratur. Tidak ada perubahan sama sekali.

Seiring dengan itu sepertinya tidak banyak lagi minat wisatawan lokal atau wisatawan nusantara datang ke sana. Padahal akses jalan ke sana sangat lancar, bisa lewat tol dan jalan biasa yang tak lagi macet seperti dulu.

Padahal selain sesuatu yang menarik tadi, kawasan yang terletak di Kota Medan dan Deli Serdang ini memiliki lokasi wisata bersejarah, unik dan sangat potensial.

Untuk Kota Medan ada beberapa titik, di antaranya Masjid Al Osmani dan Klenteng Siu San Keng, kawasan mangrove Sicanang dan kawasan Bagan Deli.

Sementara di Deli Serdang antara lain, kawasan Bagan Percut Sei Tuan, Pulau Siba, Wisata Sejarah Hamparan Perak dan Kawasan Situs Kota Rantang.

Semua kawasan ini bila dipugar, dikelola dan dirawat dengan baik akan menjadi daya tarik luar biasa. Karena banyak peninggalan sejarah Islam, Melayu dan Tiongkok yang perlu digali di sana. Belum lagi wisata baharinya.

Kekayaan kawasan utara ini sayangnya seperti terabaikan. Tidak ada perhatian berarti dari Pemko Medan maupun Pemkab Deliserdang.

Angin segar itu kembali muncul ketika Gubernur Edy meyakinkan, bahwa tahap pertama perlu dibuat masterplan atau rencana induk, mengenai penataan kawasan tersebut. Pada Januari 2021 ditargetkan rencana itu harus sudah berjalan. Ia mengajak semua pihak mulai dari Pemprov Sumut, BUMN, hingga masyarakat untuk membentuk kelompok kerja atau tim guna menyiapkan perencanaan atau penataan kawasan Medan Utara.

Semoga ini bukan hanya angin surga. Karena bila pembangunan kawasan emas ini terwujud, bukan saja membanggakan Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, tetapi juga keberuntungan bagi Sumut dengan meningkatnya PAD dan kesejahteraan masyarakat. Dan yang pasti, dari Belawan akan terpancar harapan bahwa Sumut akan bermartabat.(***)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru