Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026
Tajuk Rencana

Selamat Hari Ibu

- Senin, 22 Desember 2014 11:18 WIB
549 view
Setiap-  tanggal 22 Desember kita selalu memperingati sebagai Hari Ibu. Hari di mana kita menunjukkan penghargaan kita kepada kaum perempuan Indonesia. Memang untuk soal perayaan, Hari Ibu bersama Hari Kartini, adalah dua hari yang didedikasikan kepada perempuan di Indonesia.

Peringatan Hari Ibu sebenarnya amat sarat makna. Diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera dan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Para pejuang perempuan tersebut berkumpul untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan.

Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Namun penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Dengan demikian, tahun 2014 ini, perayaan Hari Ibu telah  86 kali. Sampai saat ini perayaan Hari Ibu memang diperingati terus menerus oleh pemerintah. Tahun 2014 ini, perayaan Hari Ibu diselenggarakan dengan tema: "Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki dalam Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan dan Berkeadilan Menuju Indonesia Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian". Tahun ini berbagai acara digelar, antara lain seminar, pameran, ziarah, pemberian penghargaan dan acara puncak, dan kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan baik di tingkat nasional maupun di setiap Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Dari sejarah di atas terlihat bahwa partisipasi politik kaum perempuan memang sangat kental dengan Hari Ibu. Karena itu amatlah tidak pas jika dikatakan bahwa perempuan tidak bisa berpolitik. Justru mereka sudah melakukan kegiatan politik jauh sebelum Indonesia merdeka.

Saat ini partisipasi perempuan dalam politik Indonesia memang meningkat sangat cepat. Masuknya  kuota 30 persen dalam mengisi daftar usulan anggota parlemen menyebabkan nama-nama perempuan menjadi penting. Tetapi meski telah dijadikan sebuah aturan baku sejak 2004, hanya 11, 2 persen politisi perempuan yang masuk jadi anggota DPR dari 32,3 persen nama yang ada. Pada tahun 2009, 18 persen perempuan duduk di parlemen. Tetapi pada tahun 2014, 6 kursi perempuan parlemen melayang sehingga porsi perempuan di DPR hanya tinggal 17-an persen.

Di atas kertas, perempuan semakin aktif terlibat dalam politik.  Faktanya juga, banyak kebijakan dari parlemen justru tidak untuk kepentingan perempuan. Perempuan di parlemen tidak mampu menyuarakan kepentingan kaum perempuan sendiri meski sebenarnya mereka mampu untuk melakukannya. Salah satunya adalah karena artikulasi bahasa yang ada di dalam sistem politik telah didominasi oleh kaum laki-laki.

Buruknya citra perempuan akibat keterlibatan politisi perempuan dalam korupsi juga patut menjadi perenungan kita bersama. Ini memperlihatkan bahwa perempuan memang harus lebih baik lagi menjaga posisinya dalam politik.

Begitupun, kita apresiasi seluruh perempuan dan ibu di Indonesia. Kepada mereka dedikasi kesejahteraan bangsa ini juga turut diletakkan (***)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru