Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

NASA Tangkap Lubang Hitam saat Menelan Bintang

* Berencana ‘Bunuh’ Pesawat Cassini
- Kamis, 22 September 2016 22:30 WIB
545 view
NASA Tangkap Lubang Hitam saat Menelan Bintang
SIB/Dok.Wikipedia
Pesawat Luar Angkasa Cassini
Para astronom dari NASA Spacecraft dilaporkan menangkap penampakan lubang hitam (black holes) yang menelan bintang di luar angkasa dan bersendawa dengan mengeluarkan api.

Menurut NASA, saat lubang hitam menelan bintang, mereka merilis ledakan energi, dengan suara yang mengandung radiasi energi tinggi, termasuk ultraviolet dan cahaya X-ray.

Seperti diberitakan dari Huffingtonpost, Senin (19/9), kini para astronom dapat mengamati flare untuk pertama kalinya dan dua studi meneliti galaksi bersendawa telah menghancurkan debu angkasa paling dekat dengan lubang hitam.

Aktivitas tersebut membuat astronom mampu mengukur radiasi panas dan debu terluar, dengan menggunakan data dari NASA yang disebut Wide-Field Infrared Survey Explorer (WISE).

NASA menyatakan, debu yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuknya seperti shell yang memanjang dengan beberapa triliun mil dari lubang hitam, atau sekira setengah tahun cahaya jauhnya.

Dalam sebuah pemberitaan NASA yang ditulis oleh Sjoert van Velzen di Postdoctoral Fellow di Universitas Johns Hopkins, lubang hitam telah menghancurkan segala sesuatu antara dirinya dan shell debu.

"Lubang hitam seolah-olah telah membersihkan kamar yang dengan mengeluarkan api. Meneliti shell berdebu dapat memberikan para ilmuwan petunjuk tentang lubang hitam," ujarnya.

Sementara Asronom NASA Jet Propulsion Laboratory, Varoujan Gorjian, menambahkan, "Penelitian kami ini menegaskan bahwa debu yang ada dapat menentukan berapa banyak energi yang dihasilkan dalam kehancuran bintang," klaimnya.

NASA Berencana 'Bunuh' Pesawat Cassini
Sementara itu, NASA juga mengungkapkan rencana menabrakkan pesawat antariksa nirawak Cassini ke permukaan Saturnus pada 2017.

Pesawat yang bernama lengkap Cassini-Huygens itu diluncurkan ke planet Saturnus sejak 1997. Pesawat robotika ini berada di bawah naungan NASA, ESA, dan badan antariksa Italia, ASI.

Cassini sendiri telah mengobservasi Saturnus sejak 2004. Pihak NASA pun akhirnya menyatakan 'akhir hidup' Cassini yang akan ditabrakkan ke planet bercincin itu pada tahun depan.

Bukan tanpa sebab, terungkap bahwa Cassini mulai kehabisan bahan bakar. Hal itu membuat NASA tidak bisa mengendalikan Cassini dalam waktu yang lama.
Situs The Register mewartakan, Cassini dipercaya berisiko membawa mikroba terestrial yang bisa merusak ekosistem. Maka, ia harus 'dimatikan' dengan cara ditabrakkan ke Saturnus.

Sebelum misinya berakhir, Cassini masih harus mengobservasi cincin Saturnus dari jarak 7.800 kilometer dan menangkap gambarnya.

Cassini selama ini tak hanya mengamati Saturnus, namun juga bulan-bulan miliknya seperti Titan, Enceladus, Tethys, dan Phoebe.

Sekadar diketahui, biaya produksi pesawat nirawak ini berkisar US$ 3,26 miliar atau sama dengan Rp42 miliar.

Misi Cassini memang dijadwalkan akan usai pada 2017 mendatang. Nama pesawat ini terinspirasi dari dua ahli astronomi asal Eropa, yakni Giovanni Domenico Cassini dari Italia dan Christiaan Huygens dari Belanda. (CNN/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru