Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Penjahat Siber Rusia Bidik Indonesia

* Tips Jitu Cegah Serangan Penjahat Siber
- Kamis, 13 Oktober 2016 19:18 WIB
218 view
Penjahat Siber Rusia Bidik Indonesia
Head of Computer Incidents Investigation Kaspersky Lab, Ruslan Stoyanov mengungkapkan, penjahat siber dunia maya asal Rusia diperkirakan segera membuat serangan cyber crime di Indonesia dan negara Asia Pasifik lainnya.

"Para penjahat siber ini sedang mengincar kawasan Asia Pasifik, sebab kawasan yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat," ujarnya dalam acara Cyber Security Kaspersky Lab Weekend for Asia Pasific Countries di Jimbaran, Bali, Jumat.

Menurutnya, penjahat siber melihat pertumbuhan ekonomi yang kian pesat di Asia Pasifik, maka mereka (anonymous/hacktivis) membidik perusahaan dan bank. Diakui Ruslan, sayangnya masih banyak korporasi, industri keuangan, dan bank di Asia Pasifik belum mempersiapkan tameng untuk menghadapi ulah cyber crime.

"Lengahnya sistem keamanan, justru celah ruang bagi mereka. Penjahat siber Rusia memanfaatkan ingin mengambil keuntungan, jenis serangan yang dilakukan pun beragam salah satunya ransomware," ungkapnya.

Terdapat beberapa negara yang memperlihatkan pertumbuhan ransomware di kawasan Asia Pasifik, menjadi sasaran empuk oleh penjahat siber. "Berbagai cara pun dilakukan mereka, dengan mengiming-imingi program hacker kelas mumpuni untuk digunakan penjahat siber lokal, setelah itu menawarkan kerjasama guna melakukan aksinya," cetus Ruslan.

Lebih lanjut dijelaskannya, yang perlu diwaspadai kolaborasi antara penjahat siber asing dan lokal dengan menggunakan sistem canggih. Jika kedua penjahat siber berlebur satu maka dapat menjadi ancaman serius.

"Kemungkinan target mereka bukan sebagian individu melainkan corporate besar, para penjahat siber Rusia lebih menargetkan perusahaan besar, sebab mereka ingin meraup keuntungan yang lebih besar," kilahnya.

Sebagaimana diketahui, produsen software anti-virus, anti-spyware, dan anti-spam cyber security global Kaspersky Lab menggelar acara Cyber Security Weekend 2016 bersama negara-negara Asia Pasifik (APAC) bertempat di Jimbaran, Bali, Indonesia.

Dalam acara tahunan ini Indonesia menjadi tuan rumah, diikuti oleh beberapa media lokal dan asing terdiri dari Indonesia, India, Malaysia, China, Filipina, Vietnam, Thailand, Korea Selatan, Australia, dan Singapura.

Perusahaan cyber crime asal Rusia tersebut memberikan update terbaru mengenai kejahatan para anonymous (hacktivis), peretasan data melalui ransomware, sistem keamanan, dan penyelidikan cyber security pada industri keuangan, bank, dan lainnya.

Tips Jitu
Menjamurnya kejahatan siber terhadap serangan ransomware semakin menyebar luas. Tak tanggung-tanggung korbannya dari berbagai kalangan pengguna PC komputer, karyawan, perusahaan, industri keuangan atau perbankan.

Namun demikian untuk mengantisipasi serangan ransomware tersebut, Director Global Research & Analysis Team APAC Kasperky Lab Vitaly Kamluk memberikan beberapa ulasan dan tips untuk menghindarinya.

"Meningkatkan ekonomi di seluruh dunia, maka semakin banyaknya muncul beragam jenis ransomware baru. Sebut saja Locky, jenis ransomware trojan yang telah menyebar besar-besaran pada April 2016, setidaknya serangan Locky sudah terjadi di 114 negara," ujar Kamluk.

Dia menjelaskan, jenis malware Ransomware yang mencari keuntungan finansial dengan menyandera data dari komputer milik korban yang terinfeksi. Pelaku kemudian menuntut sejumlah uang tebusan sebagai imbalan untuk akses ke dokumen pada korban.

Atas hal itu berikut kiat-kiat yang harus dilakukan pengguna untuk menghadapi jenis ransomware, Locky, dan sebagainya dari Kaspersky Lab di antaranya:
- Pengguna disarankan untuk selalu menggunakan versi terbaru dari software, menginstal solusi keamanan internet, memback-up data-data pribadi file mereka, seperti disimpan di cloud, atau portabel flashdisk, hard disk, dan sebagainya.

- Rutin dan giat secara berkala Anda harus memperbarui sistem operasi, website browser, atau antivirus secara teratur. Pasalnya, para pelaku kejahatan siber cenderung memanfaatkan kerentanan pada software untuk mengganggu sistem.

- Berhati-hatilah saat membuka e-mail dari pengirim yang tidak dikenal, melampirkan link yang mencurigakan atau tidak terduga. Jika merasa ragu jangan dibuka, sebab untuk memancing pengguna untuk membuka pesan elektronik tersebut metode ini biasa disebut phishing.

- Situs malware yang bisa saja dikirimkan oleh teman di media sosial atau lawan main di online game yang akunnya terinfeksi dan pakai sistem keamanan kuat dan andal untuk melindungi sistem Anda dari ransomware. Terlebih untuk kalangan pebisnis, perusahaan, sebab mereka menyimpan data konsumen. (Okz/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru