Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Menembus Keterbatasan dengan Teknologi

- Kamis, 03 November 2016 20:40 WIB
209 view
Menembus Keterbatasan dengan Teknologi
Ponsel pintar atau smartphone mungkin menjadi hal yang sepele bagi orang pada umumnya. Namun hal ini menjadi hal luar biasa untuk seorang Linda Permatasari.

Lahir dengan kehilangan indra penglihatan, tak membuat dirinya kalah dengan teknologi. Wanita yang juga pemilik travel ini bahkan mampu menghasilkan pundi-pundi uang dengan berjualan secara online, seakan menembus keterbatasan dengan menggunakan teknologi.

"Saya ingatkan kepada teman-teman disabilitas untuk terus berusaha berjualan secara online. Jangan menerapkan harga tinggi hanya karena belas kasihan, namun konsumen membeli karena memang hasil jualan kita yang enak," kata Linda saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Linda bercerita, di bawah Yayasan "Fajar Harapan" yang dikelolanya bersama 15 orang disabilitas, dirinya selalu menempa mental komunitasnya agar selalu bersemangat dalam menjalani hidup.

"Mungkin bagi orang keterbatasan seperti kita 10 persen kesuksesan dan 90 persen hambatan, namun saya selalu mengingatkan agar di balik, sehingga 90 persen kesuksesan dan 10 persen hambatan. Jangan ada hambatan karena keterbatasan kita," tutur wanita yang mengenakan blus hitam dan kemeja bergaris dengan nada tegas.

Linda mengaku, dari hasil berjualan secara online, komunitasnya mampu meraih keuntungan yang lumayan, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, kemudian bagaimana cara Linda berjualan?

Wanita tersebut menceritakan, dirinya dan teman-temannya terbantu dengan aplikasi yang bisa bersuara saat disentuh layar ponsel. Aplikasi ini membantu orang-orang yang memiliki keterbatasan agar tetap dapat berkomunikasi, mengirim pesan singkat di ponsel pintarnya.

Dirinya berharap, ke depan banyak perusahaan lain dapat membuat aplikasi untuk memudahkan orang-orang yang memiliki keterbatasan seperti Linda. Salah satunya, Linda berharap agar ada perusahaan yang bisa membuat GPS agar dirinya dan penyandang keterbatasan lainnya tidak lagi tercebur di selokan.

"Saya berharap GPS ini bisa memberitahu apakah dalam jarak beberapa meter lagi ada selokan atau jalan rusak sehingga tidak lagi tercebur di selokan. Karena banyak penyandang keterbatasan fisik seperti dirinya kerap tercebur di selokan jika tidak ada kehati-hatian. Saya juga pernah terbentur jalan layang karena saat itu tidak fokus, semoga ini bisa membantu saya dan teman-teman yang memiliki penderitaan serupa," tuturnya. (Okz/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru