Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Kemkominfo: Transformasi Digital Perlu Tata Kelola yang Tepat

* Infrastruktur dan Keamanan Tantangan Indonesia di Era Transformasi Digital
- Kamis, 02 November 2017 21:07 WIB
363 view
Kemkominfo: Transformasi Digital Perlu Tata Kelola yang Tepat
Forum Tata Kelola Internet Indonesia (ID-IGF) kembali menggelar acara tahunan Dialog Nasional ID-IGF. Mengusung tema "Transformasi Digital: Siapkah Indonesia?", dialog nasional ini diharapkan dapat melahirkan berbagai pencapaian yang bisa membantu transformasi digital Indonesia.

Harapan tersebut diungkapkan oleh Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani.

"Transformasi digital membutuhkan tata kelola yang tepat. Saat ini ada lima isu penting yang berkaitan dengan tata kelola tersebut," tutur Semuel dalam acara dialog nasional ID-IGF 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat.

Menurut Semuel, lima isu penting dalam transformasi digital adalah infrastruktur/standarisasi, legal, ekonomi, pembangunan serta sosial dan budaya. Ia menilai kelima hal tersebut sangat penting untuk ditetapkan tata kelolanya, agar bisa membuat proses transformasi digital berjalan dengan baik.

Transformasi digital memang tidak dapat dihindari, mengingat teknologi yang terus berkembang. Namun, Semuel menekankan jangan sampai teknologi merusak tatanan budaya dan norma yang ada di Indonesia.

"Harus ada etika-etika yang ditanamkan agar tidak ada gesekan di antara masyarakat. Dalam menerapkan teknologi, jangan sampai teknologi itu merusak tatanan budaya dan norma yang ada di bangsa ini," tutur pria yang akrab disapa Semmy tersebut.

Lebih lanjut, hasil pencapaian yang terangkum dalam acara Dialog Nasional ini akan dibawa ke forum besar yaitu Global Internet Governance Forum (Global IGF) di Jenewa, Swiss, pada Desember 2017. Dalam acara itu akan hadir seluruh peserta IGF di dunia.

Indonesia tahun ini diberikan ruang khusus dalam pembahasan isu yang akan dipaparkan di dalam Global IGF nanti. Oleh karena itu, ini dinilai akan menjadi momentum penting untuk Indonesia bisa meraih perhatian dari seluruh dunia mengenai masukan-masukan yang didapat dari Dialog Nasional.

Tantangan Indonesia
Indonesia dinilai masih memiliki sejumlah tantangan yang harus diatasi dalam era transformasi digital. Tantangan tersebut antara lain dari sisi infrastruktur dan keamanan.

Dijelaskan Deputy Director General APNIC, Sanjaya, masih ada kesenjangan akses terhadap teknologi di daerah-daerah. Selain itu, Indonesia dinilai harus lebih meningkatkan keamanan agar bisa membuat masyarakat merasa aman ketika menjadi bagian dari transformasi digital.

"Secara sikap dan keinginan, Indonesia siap untuk transformasi digital. Namun harus ada yang ditingkatkan seperti akses di daerah-daerah dan proteksi keamanan. Kalau keamanan tidak dibenahi, orang tidak akan percaya dengan transformasi digital," jelas Sanjaya dalam acara pembukaan Dialog Nasional ID-IGF 2017.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo, Semuel Abrijani, menyatakan ada lima isu yang harus ditata untuk membantu mendorong transformasi digital di Indonesia. Kelima hal tersebut adalah infrastruktur/standarisasi, legal, ekonomi, pembangunan serta sosial dan budaya.

Secara khusus, Semuel menekankan isu legal sebagai hambatan paling besar untuk transformasi digital. Salah satu contohnya adalah regulasi soal permasalahan taksi online.

"Hambatan paling besar adalah belum ada regulasi yang bisa menyelesaikan permasalahan seperti taksi online. Taksi online memang banyak menghadapi masalah di dunia, dan kita harus bisa menangani hal tersebut," tuturnya.

Beberapa waktu belakangan, transformasi digital semakin sering terdengar. Hal ini disebabkan perkembangan teknologi yang mau tak mau turut memengaruhi kehidupan.

Transformasi digital sendiri bisa dikatakan sebagai perubahan yang terkait dengan penerapan teknologi digital di semua aspek masyarakat manusia. Tahap transformasi berarti penggunaan inheren digital memungkinkan jenis baru dari inovasi dan kreativitas dalam domain tertentu, bukan hanya meningkatkan dan mendukung metode tradisional. (Liputan6/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru