Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Kotoran Hewan Bisa Digunakan Untuk Penerangan dan Bahan Bakar Rumah Tangga

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 23:04 WIB
231 view
Kotoran  Hewan Bisa Digunakan Untuk Penerangan dan Bahan Bakar Rumah Tangga
SIB/Dok
BERSAMA MASYARAKAT : Dasrizal bersama masyarakat,  ketika sosialisasi pemanfaatan limbah padat rumah tangga menjadi biogas di Desa Kutambelin, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Agustus tahun 2019 lalu. 
Reaktor biogas berfungsi mengubah kotoran hewan dan manusia dan materi organik lainnya menjadi biogas. Konsumsi biogas ini cukup untuk rumah tangga yang digunakan sebagai penerangan dan bahan bakar memasak. Pola biogas ini dikemukakan Dasrizal ST MT, aktivis lingkungan kepada watawan, Sabtu (25/1).

Dekan Sains Teknologi Universitas Quality Brastagi ini mengemukakan, dibutuhkan beberapa kotoran rumah tangga, setidaknya kotoran 2 ekor sapi atau setara dengan 7 ekor babi dan 170 ekor ayam untuk memproduksi bahan baku (kooran) yang cukup.

“Agar reaktor dapat memproduksi gas yang dapat mencukupi kebutuhan dasar memasak dan penerangan lampu rumah tangga. Pola seperti ini cukup menghemat penggunaan gas LPG dan menghemat ketersediaan sumber daya energi kita,” kata Dasrizal.

Metode ini kata dia sudah digunakan beberapa negara di Asia seperti Banglades, Kamboja, Laos, Pakistan, Nepal dan Vietnam. Sebagai wadahnya dibuatlah reaktor kubah beton (fixed-dome) yang diadaptasi dari keenam negara pengguna biogas tersebut.

Reaktor kubah beton ini terbuat dari batu bata dan beton yang tertutup di bawah tanah. Sistem ini terbukti aman bagi lingkungan dan berfungsi sebagai sumber energy yang bersih. Di Nepal, teknologi ini sudah digunakan lebih dari 200 ribu rumah tangga selama 15 tahun dengan 95% reaktor masih berfungsi.

“Bangunan kuba ini dapat bertahan minimal 15 tahun dengan penggunaan dan perawatan yang benar. Perawatannya mudah, hanya membutuhkan pemeriksaan sekali, hanya butuh pergantian pipa dan perlengkapan lainnya,” terangnya.

Cara kerja Reaktor
Cara kerja reaktor biogas, lanjut dia, campuran kotoran hewan dan air dimasukkan dalam tangki pencampur, kemudian dialirkan melalui saluran pipa menuju kubah. Campuran tersebut lalu memproduksi gas setelah melalui proses pencernaan di dalam reaktor.

Kotoran yang sudah berfermentasi dialirkan keluar dari kubah menuju ruang pemisah ke lubang penampungan (slurry). Gas yang dihasilkan di dalam kubah lalu mengalir ke dapur melalui pipa. Metode biogas ini pernah disosialisasikannya dalam bentuk pengabdian masyarakat berupa sosialisasi pemanfaatan limbah padat rumah tangga menjadi biogas di desa Kutambelin, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Agustus tahun 2019 lalu. (M10/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru