Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Calon Menteri Diminta Siap Dihukum Mati Jika Korupsi

* Tri Rismaharini Beri Sinyal Kuat Masuk Kabinet

403 view
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Calon Menteri Diminta Siap Dihukum Mati Jika Korupsi
Rahel Narda Chaterine/detikcom
Foto: Ali Mochtar Ngabalin
Jakarta (SIB)
Pertemuan empat mata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma'ruf Amin siang kemarin memantik kembali isu reshuffle kabinet Rabu (23/12) semakin menguat. Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin menyebut reshuffle merupakan hak Jokowi.

"Yang memiliki hak kewenangan dan otoritas mutlak itu adalah Bapak Presiden. Kalaupun mengenai waktu yang mereka bolak-balik menyebutkan hari Rabu, mungkin juga karena pertimbangan-pertimbangan terkait dengan waktu-waktu yang dipilih Presiden," kata Ngabalin saat dihubungi, Senin (21/12).

Ngabalin menegaskan, Jokowi punya penilaian tersendiri terhadap kabinet kerjanya. Ngabalin menyebut, Jokowi tak bisa diganggu terkait masalah reshuffle kabinet.

"Tentu tidak gampang mengganti orang sana sini kan tidak gampang karena pasti Bapak Presiden punya penilaian tersendiri, ukuran tersendiri, terkait para pembantu beliau," sebut Ngabalin.

Ngabalin juga bicara soal usul agar calon menteri Jokowi menandatangani pakta integritas siap dihukum mati dan hartanya dirampas negara jika korupsi. Ngabalin menyebut usulan itu baik.

"Saya kira semua ini kan ada regulasinya sehingga siapa-siapa saja boleh menyampaikan opini, kemudian menyampaikan pikiran karena mereka cinta kepada republik ini. Apalagi dari relawan ini, mereka cinta kepada Presiden Jokowi supaya jangan ada lagi di kabinet yang mengkapitalisasikan pangkat dan jabatan mereka untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain. Substansi ini kita berikan apresiasi," sebut dia.

Soal beberapa nama yang diisukan terlibat dalam reshuffle kali ini seperti Sakti Wahyu Trenggono jadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Ngabalin menegaskan hanya Jokowi yang mengetahuinya. Dia meminta tak ada pihak yang mengganggu kerja menteri saat ini.

"Pasti orang menduga-duga toh, tidak mungkin, karena yang tahu pasti Presiden yang memiliki otoritas untuk bisa mengangkat dan memberhentikan para pembantunya," sebut Ngabalin.

Sementara itu, Juru bicara Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan, rapat antara Presiden dan Wapres membahas situasi terkini, bisa jadi soal reshuffle.

"Ya kan banyak isu terkait pergantian menteri dan segala macam, saya nggak tahu, karena nggak ada penjelasan," kata Masduki, Senin (21/2).

Sementara itu, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer atau Noel, mendapat informasi Jokowi bakal mengumpulkan menteri-menteri kemarin. Noel mendengar Jokowi akan membahas reshuffle.

"Iya, ngebahas soal reshuffle," kata Noel, sapaaan akrabnya, dikonfirmasi terpisah.

Jokowi dan Rabu Pon amat akrab jika terkait reshuffle. Beberapa kali Jokowi melakukan reshuffle di Rabu Pon.

Di periode pertama, Jokowi sudah melakukan empat kali reshuffle kabinet. Berikut ini daftarnya:

Reshuffle Jilid I: Rabu Pon 12 Agustus 2015

Reshuffle Jilid II: Rabu Pon 27 Juli 2016

Reshuffle Jilid III: Rabu Pahing 17 Januari 2018

Reshuffle Jilid IV: Rabu Pahing 15 Agustus 2018.

Menurutnya, calon-calon menteri diminta meneken pakta integritas siap menjaga nama baik Jokowi dengan tidak terlibat korupsi.

"Poin-poinnya antara lain siap dihukum mati jika korupsi dan dirampas hartanya oleh negara agar menjaga nama baik Presiden Jokowi," ujar Ketum relawan Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer, dalam keterangannya, Senin (21/12).

Sekali lagi dia menekankan pentingnya calon menteri Presiden Jokowi menandatangani pakta integritas siap untuk tidak terlibat korupsi. Dia tak ingin nama Jokowi tercoreng kembali. JoMan siap membantu jika diminta ikut terlibat menyusun pakta integritas itu.

"Harus ada kesiapan dari para calon menteri terpilih untuk bekerja keras buat rakyat. Mereka harus jadi superhero tanpa cela di mata rakyat. Caranya ya tanda tangani pakta integritas," sebut Noel.

"Kalau memang calon menteri terpilih punya kredibilitas, integritas, dan loyalitas pro-rakyat, pastinya dia tidak akan mundur untuk menandatangani pakta integritas. Lain halnya kalau sudah niatnya korup dan bermental koruptif pasti ragu-ragu untuk menandatangani itu," papar Noel.

Isu reshuffle ini makin kencang berembus ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terjaring OTT KPK terkait dugaan suap ekspor benur. Menteri Sosial RI Juliari Batubara ditangkap KPK sekitar 2 pekan kemudian. Juliari diduga terlibat korupsi dana bansos Corona.

Sejumlah partai politik, seperti PPP dan NasDem, menyarankan Jokowi melakukan reshuffle secepatnya sebelum pergantian tahun 2020. Parpol pendukung Jokowi tersebut tak ingin ada kursi menteri yang kosong karena bisa menghambat kinerja kementerian.

"Kalau melihat situasi terkini, reshuffle merupakan kebutuhan. Paling tidak sebelum 2020 berakhir semua pos kementerian sudah terisi sehingga tahun 2021 bisa langsung nyetel lagi dengan program-program untuk menerjemahkan visi-misi presiden," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi.

NAMA CALON MENTERI BARU
Siapa saja nama menteri baru yang bakal masuk kabinet Jokowi?

Perihal isu reshuffle kabinet ini sudah tersebar luas juga di kalangan parpol koalisi pemerintahan. Bahkan PKB sudah mendengar jumlah menteri yang bakal kena reshuffle.

"Saya dengar ada 6 posisi," ujar Ketua Ketua DPP PKB Faisol Riza kepada wartawan.

"Tapi mungkin bisa lebih," imbuhnya.

Lantas siapa saja calon menteri baru Jokowi nantinya? Berdasarkan isu yang berembus luas setidaknya ada enam kementerian yang kabarnya akan kena evaluasi yaitu Kemenkes, Kemenparekraf, Kemensos, Kemendag, Kemenag dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selanjutnya, soal Sandiaga Uno yang diisukan masuk bursa Menparekraf:

Isu santer, Sandiaga Uno masuk bursa calon Menparekraf, Tri Rismaharini (Risma) konon bakal menjadi Mensos pengganti Juliari Batubara yang kena OTT KPK. Sementara itu M Luthfi yang kini menjadi Dubes RI di AS masuk bursa calon Menteri Perdagangan yang kini diisi politikus PKB Agus Suparmanto.

Untuk bursa calon Menteri Agama masuk nama Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf dan terakhir nama Wahyu Sakti Trenggono dikabarkan akan mengisi kekosongan kursi Menteri KKP yang ditinggalkan Edhy Prabowo yang kena OTT KPK.

Risma yang kabarnya sudah sangat dekat masuk kabinet Jokowi pun sudah memberikan sinyal kuat masuk kabinet. "Nanti dilihat, istikharah dulu, iso opo ora (Bisa atau tidak). Kan nanti ngomong yo yo, gak isok (Kalau nanti bilang iya iya, tidak bisa)," ujar Risma kepada wartawan di rumah dinasnya Jalan Sedap Malam, Senin (14/12).

Sementara itu Sandiaga Uno konon sudah beberapa kali dipanggil Jokowi ke Istana. Sedangkan Wahyu Sakti Trenggono konon diusulkan langsung oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Berikut adalah nama-nama baru yang diisukan bakal masuk kabinet:

1. Sandiaga Uno, 2. Tri Rismaharini (Risma), 3. M Luthfi, 4. Yahya Cholil Staquf.

Berikut adalah nama-nama menteri yang diisukan bakal dirotasi:

- Wahyu Sakti Trenggono jadi Menteri KKP

Apakah Presiden Jokowi benar-benar akan mengumumkan reshuffle kabinet di akhir tahun 2020 dan apakah betul enam kementerian tersebut yang dievaluasi? Tentunya itu sepenuhnya hak prerogatif Presiden. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com