4 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK di Papua Barat, 1 Hilang


204 view
4 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK di Papua Barat, 1 Hilang
(Foto: Antara)
Proses evakuasi prajurit TNI gugur diserang OTK. 
Sorong (SIB)
Empat anggota TNI Angkatan Darat ditemukan gugur akibat diserang kelompok orang tidak dikenal (OTK) di Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9), pukul 03.00 WIT.

Keempat anggota TNI AD yang ditemukan meninggal dunia tersebut masing-masing Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman.

Keempat prajurit TNI AD tersebut diserang saat sedang tidur di Posramil Kisor. Ketiga anggota TNI AD, masing-masing Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari, ditemukan dalam keadaan tewas di dalam Posramil.

Sedangkan Lettu Chb Dirman Komandan Posramil Kisor ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam semak-semak belukar tak jauh dari pos.

Berdasarkan informasi yang diterima masih ada satu anggota TNI AD Pratu Ikbal hingga kini dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron yang dihubungi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Diserang 30 Orang
Sementara itu, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan dugaan sementara pelaku penyerang adalah kelompok separatis teroris (KST). Kelompok itu berseberangan ideologi dengan NKRI.

"Sejauh ini komunikasi antara anggota TNI di Posramil Kisor dengan masyarakat lokal wilayah Aifat Selatan cukup baik, tidak ada potensi gangguan teritorial, sehingga kami menduga penyerangan Posramil ini dilakukan oleh KST," kata dia dalam konferensi pers di markas Kodam XVIII/Kasuari, di Manokwari, Papua Barat.

Ia menyatakan telah memerintahkan komandan Korem 181/PVT Sorong selaku komandan Komando Pelaksana Operasi untuk mengejar dan mendapatkan anggota-anggota KST itu dalam keadaan apa pun.

"Saya sudah perintahkan Komandan Kolaops, Korem 181/PVT untuk mengerahkan personel gabungan melakukan pengejaran hingga menangkap kelompok itu," kata dia.

Ia mengatakan keterangan lima anggota selamat menyebutkan bahwa kelompok KST yang berjumlah lebih dari 30 orang itu menyerang Pos Koramil Persiapan Kisor sekitar pukul 04.00 WIT, Kamis (2/9).

"Lebih dari 30 orang dengan menggunakan senjata tajam (parang) menyerang pagi hari mengakibatkan empat anggota TNI AD gugur, dua lainnya luka bacok, sementara lima anggota lainnya dalam keadaan selamat," kata dia.

Ia menyebut empat anggota TNI AD yang gugur, sudah dievakuasi ke Markas Kodim 1809/Maybrat, yang dikomandani Letnan Kolonel Infanteri Harry Ismail.

"Adapun dua personel lain terluka bacok yaitu Sersan Satu Juliano dan Prajurit Satu Ikbal, sudah dievakuasi untuk menjalani perawatan di RS Maybrat," kata Cantiasa.

Olah TKP
Polisi turut melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) 4 anggota TNI Angkatan Darat yang gugur . Pimpinan TNI-Polri di Papua Barat juga meminta anggotanya meningkatkan kewaspadaan pascaserangan ini.

"Tentu Kepolisian bersama TNI, dalam hal ini, turut melakukan olah TKP guna menentukan posisi kasusnya," kata Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing.

Aparat akan menganalisis kejadian penyerangan terhadap anggota TNI oleh OTK itu berdasarkan hasil olah TKP. Dari situ, kata Tornagogo, penyidik akan memprediksi pelaku penyerangan.

"Dan analisis berdasarkan kegiatan olah TKP itulah yang akan membantu kepolisian dalam menentukan kemungkinan prediksi pelakunya," ujar Tornagogo.

Dia pun menuturkan penyidik kepolisian akan terus bersinergi dengan TNI untuk mengungkap kasus penyerangan maut ini. Dia bersama Pangdam XVIII/Kasuari juga telah berkoordinasi untuk mengarahkan jajaran agar waspada dan mengoptimalkan tugas menjaga keamanan.

"Dalam hal ini, menyikapi TKP penyerangan oleh sekelompok pelaku tersebut, tentunya kepolisian dan TNI akan selalu bersinergi dalam mengungkap kasus ini. Dalam hal ini saya selaku Kapolda telah berkoordinasi bersama Pangdam XVIII/Kasuari," tutur Tornagogo.

"Telah memberikan petunjuk dan arahan kepada jajaran untuk tingkatkan kewaspadaan secara optimal dalam pelaksanaan tugas agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Papua Barat," pungkas Tornagogo. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com