Hari ke-8 Evakuasi Sriwijaya Air SJ182, Tim SAR Bawa 30 Kantong Bagian Tubuh


445 view
Hari ke-8 Evakuasi Sriwijaya Air SJ182, Tim SAR Bawa 30 Kantong Bagian Tubuh
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Petugas DVI Polri membawa kantong jenazah yang diduga berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Jakarta (SIB)
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menemukan tujuh potong baju dari lokasi pencarian dan evakuasi Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Hasil penemuan tersebut didapat dari tim KPLP (Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai) yang menggunakan kapal KN Trisula.

"Pada hari ini tepatnya pukul 11.45 WIB, kita menemukan beberapa potong baju, kemungkinan itu dari korban Sriwijaya Air. Kurang lebih 7 potong dari KN Trisula," ujar Komandan Kapal KN Trisula, Eko Surya, di JICT II, kepada wartawan, Sabtu (16/1).

Tim SAR gabungan juga merapat ke JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dengan membawa 21 kantong. Sebanyak 17 kantong di antaranya berisi bagian tubuh, 3 berisi serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182, dan 1 berisi barang milik penumpang.

"Jadi yang diserahkan kepada kami berupa 17 body part, kemudian 3 kantong serpihan kecil, kemudian 1 kantong berupa properti, berupa dokumen-dokumen dan pakaian," kata Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI Rasman MS di JICT II kepada wartawan, Sabtu (16/1).

Temuan itu dibawa dengan menggunakan kapal Basarnas dan tiba di JICT pukul 17.40 WIB. Kemudian langsung diserahkan ke KNKT dan Tim DVI. Hal itu guna proses penyelidikan lebih lanjut.

"Selanjutnya saya serahkan kepada DVI dan KNKT untuk dilaksanakan identifikasi atau proses lebih lanjut," ujar Rasman.
Malamnya tim SAR gabungan juga menyerahkan tiga kantong body part, 1 kantong berisi properti korban, dan 5 kantong serpihan pesawat.

Pantauan, awalnya kapal dari Bakamla mendarat lebih dulu di JICT II pada pukul 18.10 WIB. KRI Kurau itu membawa empat kantong yang terdiri atas properti korban, body part, dan serpihan.

"Dari Bakamla melalui tim SAR yang sudah berada di lapangan. Pada sore hari ini secara resmi menyerahkan 4 kantong yang terdiri dari properti korban, ada kantong yang berisi bagian tubuh korban dan serpihan pesawat," ujar Kolonel Bakamla Ropitno di JICT II kepada wartawan, Sabtu (16/1).

Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI Rasman MS tak lupa selalu mengucapkan terima kasih atas penemuan ini. Dia juga menjelaskan bahwa dari 1 kantong properti itu berisi pakaian dan identitas korban.

Deteksi Bawah Laut
Operasi SAR terkait insiden jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 masih berlanjut sampai kemarin. Basarnas memfokuskan tiga kapal untuk mendeteksi bawah laut, di antaranya KRI Rigel, KR Baruna Jaya IV, dan KS ARA dari Kemenko Marves.

"Untuk deteksi bawah air, kita masih mengandalkan kepada tiga alutsista yang selama ini sangat-sangat berkontribusi untuk bisa mendeteksi di bawah air, yaitu KRI Rigel, kapal Baruna Jaya IV, kapal Ara dari Kementerian Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves)," kata Rasman.

Rasman mengatakan, ketiga kapal itu akan terus mobile. Diketahui, kapal Baruna Jaya IV memiliki robot bawah laut atau ROV (remotely operated vehicle) untuk mencari CVR pesawat Sriwijaya Air yang masih belum ditemukan.

"Ini yang harus kita nanti mobile tiga kapal ini untuk bisa mendeteksi di bawah permukaan," jelas Rasman.
Tim SAR masih berfokus pada pencarian body part, serpihan puing pesawat, dan CVR. Kabar terakhir, bagian casing CVR sudah ditemukan, namun memorinya masih dalam pencarian.

"Kemudian untuk hari ini tetap fokus pada tiga objek yang akan kita lakukan pencarian, body part tetap diutamakan, karena ini menjadi harapan bagi keluarga korban. Yang kedua adalah serpihan juga tetap diprioritaskan dan yang berikutnya ada CVR banyak menjadi pertanyaan," ungkap Rasman.

"Khusus CVR yang selama ini banyak menjadi pertanyaan. Khusus untuk masalah CVR, bahwa sampai saat ini belum kita temukan. Yang beredar di gambar adalah baru casing-nya, ya kalau casing-nya itu bungkusnya," sambungnya.

Hari ke-8 proses pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ182. Pencarian via udara diperluas karena objek-objek pencarian diduga sudah menyebar dari titik jatuhnya pesawat.

"Kalau untuk atas permukaan, karena itu bisa ada objek-objek pencarian yang terbawa arus itu, kita tetap memperluas. Terutama di sekitar Pulau Lancang, Pulau Laki, Pulau Bokor, Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, kemudian Tanjung Kait, dan sepanjang pantai utara," ujar Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI Rasman MS kepada wartawan di JICT II, Sabtu (16/1).

Rasman mengatakan, mungkin ada objek-objek terkait Sriwijaya Air SJ182 yang terbawa ke arah pantai karena sudah delapan hari berada di lautan. Sebab, diketahui, arah angin akhir-akhir ini dari utara ke selatan.

"Kemungkinan ada yang terbawa arus ke arah pantai, karena angin selama beberapa hari ini dari utara ke selatan," ujar Rasman.

Serpihan dan Rambut
Sementara itu, tim penyelam Badan Keamanan Laut (Bakamla) kembali menemukan serpihan pesawat dan rambut korban pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita mengatakan, penyelaman menggunakan unsur RIB-611 dan RIB-612 menuju lokasi. Titik spot kedua sudah ditandai pada koordinat 05°57'54"S - 106°34'37"E oleh enam penyelam Bakamla RI.

"Penyelaman dimulai 13.35 WIB pada kedalaman 21 meter bawah permukaan laut. Cuaca pada saat penyelaman cerah, angin teduh dengan arus air laut yang cukup tenang memudahkan tim penyelam untuk melakukan penyelaman. Pukul 13.40 WIB, satu per satu tim penyelam turun di bawah pimpinan Kapten Bakamla Bagus," kata Kolonel Wisnu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/1).
Dari penyelaman tersebut, tim menemukan serpihan bagian dinding pesawat, buku agenda, hingga rambut korban. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com