Jokowi: Jangan Ulang Kesalahan Saat Pandemi Corona, Never Again


304 view
Jokowi: Jangan Ulang Kesalahan Saat Pandemi Corona, Never Again
ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Aditya Pradana Putra/nym.
Presiden Joko Widodo (tengah) menyampaikan pandangannya pada pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). 

Badung (SIB)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta anggota G20 mengambil langkah nyata dan siap siaga memperkuat arsitektur kesehatan global.


Jokowi meminta dunia tidak mengulang kesalahan yang sama seperti pandemi virus Corona atau Covid-19.


Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka sesi II mengenai kesehatan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Bali, Selasa (15/11).


Jokowi mulanya meminta pemimpin G20 untuk tidak lengah, meski saat ini dunia semakin pulih dari pandemi Covid-19.


"Para pemimpin G20 dunia kita semakin pulih dari Covid-19, tapi kita tidak boleh lengah. Darurat kesehatan berikutnya dapat muncul kapan saja. Kali ini dunia harus lebih siap kesiapsiagaan kita akan menyelamatkan nyawa dan perekonomian. Kita G20 harus mengambil langkah-langkah nyata dan segera," kata Jokowi.


Jokowi meminta dunia tidak mengulang kesalahan yang sama seperti saat pandemi Covid-19.


Dia meminta agar 'Never Again' menjadi mantra untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global.


"Dunia tidak boleh mengulang kesalahan saat pandemi Covid-19. Ini adalah pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global. 'Never Again' harus menjadi mantra kita bersama," ujarnya.


Dalam sambutannya, Jokowi juga mengatakan, saat ini dunia membutuhkan Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) yang lebih kuat dan bertaring.


Menurutnya, solidaritas dan keadilan harus menjadi roh arsitektur kesehatan global.


"G20 telah berhasil membentuk pandemic fund. Ini harus diikuti dengan penambahan kontribusi pendanaan agar berfungsi secara optimal. Saya mengajak semua pihak berkontribusi. Indonesia telah memberikan komitmen 50 juta dolar. G20 juga harus ikut mengawal proses pembentukan traktat pandemi. Ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat nasional, kawasan, dan global," tutur Jokowi.


Lebih lanjut, Jokowi juga meminta agar negara berkembang diberdayakan sebagai bagian dari solusi. Jokowi menegaskan, kesenjangan kapasitas kesehatan tidak boleh dibiarkan.


"Negara berkembang perlu kemitraan yang memberdayakan. Negara berkembang harus menjadi bagian dari rantai fase global termasuk pusat manufaktur dan riset. Ini hanya bisa terjadi jika investasi industri kesehatan ditingkatkan. Kerja sama riset dan transfer teknologi diperkuat dan akses bahan baku produksi untuk negara berkembang diperluas," kata dia. (detikcom/a)




Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com