Jokowi Apresiasi TNI-Polri Mati-matian Tangani Covid: Capaian Luar Biasa


323 view
Jokowi Apresiasi TNI-Polri Mati-matian Tangani Covid: Capaian Luar Biasa
humas.polri.go.id
Jokowi saat menyampaikan arahan kepada Kasatwil di Bali seperti dilihat di video yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12).
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi jajaran TNI-Polri yang telah membantu pemerintah dalam menurunkan kasus Covid-19. Meski demikian, dia meminta TNI-Polri tetap waspada karena adanya varian baru Covid-19, yakni Omicron.

"Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin sampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada jajaran Polri dan jajaran TNI, yang betul-betul saya lihat pelaksanaan di lapangan mati-matian karena juga takut dicopot," kata Jokowi saat menyampaikan arahan kepada Kasatwil di Bali seperti dilihat di video yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12).

"Kalau tidak bisa mengendalikan (kasus Covid-19) di provinsinya, di kotanya, di kabupatennya, saya sudah titip kepada Kapolri. Hati-hati kapoldamu, kalau kira-kira naik terus, saya akan perintah untuk ganti, ternyata turun, turun, turun, turun, artinya semua takut dicopot," sambung Jokowi.

Kasus Corona di Indonesia dari 56 ribu kini telah turun drastis ke 311 kasus. Jokowi mengatakan penurunan kasus ini merupakan capaian yang luar biasa.

"Ini sebuah capaian yang luar biasa. Dan tidak semua negara mampu seperti ini. Yang di level 1 sekarang ini: Indonesia, China, India, Jepang, dan Taiwan. Ini negara besar sekali. Gede banget. Tapi bisa mengendalikan itu. Itu yang kita harus benar-benar bersyukur," ujar Jokowi.

Namun, lanjut Jokowi, ancaman Covid-19 ini belum selesai. Jokowi meminta semua pihak tetap waspada, karena saat ini Corona varian Omicron telah sampai ke Singapura.

"Kita boleh bersyukur, boleh berbangga, tapi tetap harus waspada.

Hati-hati, yang namanya sekarang ancaman gelombang keempat varian Omicron. Hati-hati. Tadi pagi saya dapat kabar sudah sampai ke Singapura. Utamanya polda-polda yang berjaga-jaga dengan perbatasan negara-negara lain. Karena yang membawa bisa orang-orang asing, bule-bule. Tapi juga bisa WNI kita sendiri. Utamanya tenaga kerja kita dari luar waktu masuk kembali pulkam. Hati-hati," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan Omicron kini telah menyebar ke 29 negara. Jokowi menyebut varian Omicron lebih cepat daripada varian Delta meskipun hingga kini studi penelitian masih dilakukan.

"Penularannya ini karena semua masih dalam proses studi, lebih menular dari varian Delta. Ingat, varian Delta itu menyebar di Indonesia dalam waktu 2-3 minggu semua langsung kena. Ini lebih cepat. Meskipun belum final, perkiraan lima kali lipat lebih cepat. Dan kemungkinan besar juga bisa escape immunity. Artinya dia bisa masuk ke sela-sela antibodi kita yang sudah imun, dia bisa menerobos," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, dampak dari kasus Covid-19 bisa ke semua sektor. Dia tak ingin kasus Covid-19 menyebabkan ekonomi jatuh, kemudian berimbas ke politik.

"Hati-hati ini. Karena efeknya ke mana-mana. Ke ekonomi seperti tadi yang saya sampaikan. Hati-hati. Kalau kesehatan, sampaikan terus kepada masyarakat. Karena yang namanya pandemi ini bisa berefek ke beberapa negara itu ke ekonomi jatuh. Ekonomi jatuh itu bisa berimbas ke pada politik, hati-hati. Hati-hati," ujar Jokowi. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com