Senin, 20 Mei 2024 WIB

KPK Telisik Aliran Uang Korupsi APD Kemenkes Lewat 3 Saksi

Redaksi - Jumat, 12 Januari 2024 11:50 WIB
213 view
KPK Telisik Aliran Uang Korupsi APD Kemenkes Lewat 3 Saksi
(Andhika Prasetia/detikcom)
Gedung KPK 
Jakarta (SIB)
KPK telah memeriksa tiga saksi yang salah satunya adalah Kepala Biro Keuangan BNPB Tavip Joko terkait kasus dugaan korupsi alat pelindung diri (APD) di Kemenkes. Ketiga saksi itu dimintai klarifikasi tentang aliran uang di kasus ini.
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, ketiganya diperiksa pada Selasa (9/1) di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Dua saksi lainnya adalah PPK Puskris Kesehatan Kemenkes RI tahun 2020 Budy Silvana dan advokat Admiral Herdi Pratama.
"Ketiga saksi hadir dan dikonfirmasi pengetahuannya antara lain mengenai dugaan adanya aliran uang dari pengadaan APD di Kemenkes RI pada berbagai pihak terkait termasuk pada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini," kata Ali kepada wartawan, Rabu (10/1).
Sebelumnya, kasus korupsi alat pelindung diri (APD) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah diusut. KPK mengatakan kasus itu terjadi di masa pandemi Covid-19.
"KPK sedang melakukan proses penyidikan dugaan APD untuk Covid-19 di Kementerian Kesehatan RI tahun anggaran 2020-2022," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2023).
Ali mengatakan, nilai proyek kasus itu mencapai Rp 3,03 triliun. Dalam rencana awal Kemenkes direncanakan mengadakan 5 juta set APD.
Hasil penyidikan awal dari KPK mengungkap adanya kerugian negara dari kasus tersebut. Ali mengatakan kerugian itu mencapai ratusan miliar rupiah.
"Jadi perkara ini berkenaan dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan sehingga asa dugaan timbul kerugian keuangan negara. Jadi untuk sementara kerugian keuangan negara mencapai ratusan miliar rupiah untuk tahun 2020 tentu akan kami terus kembangkan lebih lanjut," ujar Ali.
KPK belum memerinci nama tersangka dari korupsi di Kemenkes. Ali mengatakan nama-nama tersangka akan disampaikan ketika penyidikan rampung. (**)


SHARE:
Tags
KPK
beritaTerkait
KPK Sita Kantor Nasdem dan Pabrik Sawit Diduga Milik Bupati Labuhanbatu
KPK Sita PKS Senilai Rp15 M Diduga Milik Bupati Labuhanbatu
KPK Sita Kantor Nasdem Labuhanbatu
KPK Geledah Kantor Setjen DPR, Sita 3 Koper
Selain Rumah, KPK Sita Rp48,5 M Terkait Perkara Bupati Labuhanbatu
KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi di PT Amarta Karya
komentar
beritaTerbaru