Kasus Covid-19 Turun Lebih dari 90%, Indonesia Peringkat 1 di ASEAN

* Satgas: Kepatuhan Prokes di 40 Daerah Kurang dari 60 Persen

104 view
Kasus Covid-19 Turun Lebih dari 90%, Indonesia Peringkat 1 di ASEAN
Foto : Freepik
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Penurunan kasus Covid-19 diatas 90 persen membuat Indonesia menempati urutan pertama negara ASEAN dalam hal Covid-19 Recovery Index atau Indeks Pemulihan Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kominfo melalui akun instagramnya, @lawancovid19_id yang diposting, Rabu (13/10). Dalam postingan itu terlihat beberapa pulau di Indonesia menunjukkan situasi yang membaik.

"Covid-19 Recovery Index atau Indeks Pemulihan Covid-19 yang dirilis Nikkei pada 6 Oktober 2021 menunjukkan Indonesia berada di urutan teratas di antara negara-negara ASEAN," tulis caption yang ditulis.

Dalam postingan itu memperlihatkan data situasi pandemi Covid-19 di Indonesia terus membaik. Kasus aktif nasional periode 9 Agustus-10 Oktober 2021 turun sebesar 94,55%.

"Jika dilihat, penurunan kasus aktif di Jawa-Bali mencapai 95,93%, dan penurunan kasus aktif di luar Jawa-Bali juga sama tingginya, seperti di wilayah Sumatra yang turun 94,10%, Nusa Tenggara turun 95,26%, Kalimantan turun 93,18%, Sulawesi turun 90,90%, dan juga Maluku dan Papua yang turun sebanyak 88,86%," tulis keterngan dalam postingan itu.

Meski membuat bahagia mengenai urusan Covid-19. Namun pemerintah mengingatkan agar masyarakat tak kendor karena pandemi belum usai.

"Kita harus tetap waspada, disiplin protokol kesehatan dan pakai masker, juga segera divaksinasi," tulisnya.

Waspada
Sementara itu, masyarakat diminta agar tetap waspada terhadap potensi lonjakan kasus Covid-19. Meskipun saat ini pandemi di Tanah Air mulai terkendali.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny B. Harmadi mengatakan, di negara-negara tetangga seperti di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, juga Australia sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi.

“Kita lihat negara-negara tetangga kita juga masih mengalami tingkat kasus yang tinggi seperti di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, juga Australia. Jadi ini tetap menjadi sebuah berita bagus tetapi disisi lain kita harus tetap waspada jangan sampai terjadi gelombang ke-3 atau lonjakan kasus seperti kemarin,” kata Sonny dalam dialog secara virtual, Rabu (13/10).

Kurang
Sonny B. Harmadi juga mengingatkan tingkat kepatuhan protokol kesehatan saat ini mengalami stagnasi.

Bahkan, kata dia, tingkat kepatuhan protokol kesehatan di 40 kabupaten/kota kurang dari 60%. Data ini diambil dari hasil monitoring perubahan perilaku Satgas Covid-19.

“Jadi kalau pantauan kami masih bagus ya. Memang terjadi stagnasi itu dapat sedikit penurunan kinerja dalam kepatuhan menjaga jarak,” ungkap Sonny.

“Kalau kemudian kalau kita lihat data, data dari monitoring perubahan perilaku kami, kepatuhan di zona merah atau ada 40 kabupaten kota dengan kepatuhan yang kurang dari 60% di Indonesia,” imbuhnya.

Meski begitu, Sonny mengatakan tingkat kepatuhan protokol kesehatan lebih dari 200 kabupaten kota di atas 90%. “Tapi lebih dari 200 kabupaten kota dengan kepatuhan di atas 90% di Indonesia,” katanya.

Selain itu, tingkat kepatuhan memakai masker di masyarakat hingga mencuci tangan juga terus membaik. Saat ini, Sonny mengatakan tantangan terbesar adalah prokes menjaga jarak.

“Kalau untuk menjaga jarak ini memang menjadi tantangan karena ketika aktivitas dibuka atau dilonggarkan atau lebih banyak aktivitas yang diperbolehkan, lalu di sisi lain kan mobilitas penduduk akan meningkat, orang yang beraktivitas di luar semakin banyak, pasti kemampuan untuk menjaga jarak bisa menjadi jauh lebih terbatas,” jelasnya.

Menurut dia, masyarakat sudah memahami bahwa walaupun kasus sudah melandai dan aktivitas sudah diperbolehkan, tetapi masyarakat sebaiknya tetap melakukan mobilitas yang penting saja ya.

"Karena kalau penurunan kepatuhan menjaga jarak ini terjadi, itu risiko penularan juga menjadi lebih tinggi,” ungkap Sonny. (Okz/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com