Senin, 20 Mei 2024 WIB

Kasus Covid Kembali Naik, Kemenkes Minta Perketat Pintu Masuk RI

* 2024, Vaksin Covid Mulai Berbayar
Redaksi - Kamis, 14 Desember 2023 09:07 WIB
310 view
Kasus Covid Kembali Naik, Kemenkes Minta Perketat Pintu Masuk RI
Foto: CNNIndonesia/Andry Novelino
Ilustrasi.
Jakarta (SIB)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memperketat pemeriksaan terhadap para pelancong yang datang ke Indonesia, terutama mereka yang berasal dari negara yang mengalami lonjakan kasus virus corona (Covid-19).

Ketentuan itu tertuang dalam surat edaran nomor HK.02.02/C/4815/2023 yang diteken oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu pada 11 Desember 2023.

"Meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan kepada pelaku perjalanan terutama daerah atau negara yang sedang mengalami lonjakan kasus dan yang menunjukkan gejala klinis Covid-19 atau Influenza Like Illness (ILI)," demikian kata Maxi.

Maxi juga meminta agar KPP mampu memastikan tenaga kesehatan yang bekerja di pintu masuk mendapatkan perlindungan yang optimal dengan melengkapi dosis vaksinasi Covid-19 baik primer maupun dosis lanjutan alias booster yang sesuai ketentuan.

"Memastikan seluruh KKP memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 dan memastikan ketersediaan vaksin," imbuhnya.

KKP juga diminta untuk melakukan identifikasi terhadap status vaksinasi pelaku perjalanan luar negeri sebelum keberangkatan. KKP juga diminta untuk mengimbau pelancong untuk melengkapi dosis vaksinasi Covid-19 baik primer maupun booster sesuai ketentuan.

Maxi juga meminta agar KKP mengintensifkan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Selain itu koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit rujukan setempat dalam rangka peningkatan kewaspadaan harus tetap dilakukan.

Berdasarkan data WHO per 22 November 2023, beberapa negara seperti Rusia, Italia, Singapura, Australia, dan Polandia melaporkan tren peningkatan kasus Covid-19. Selain itu, Pemerintah Singapura melaporkan lonjakan kasus Covid-19 lebih dari dua kali lipat yang didominasi oleh subvarian EG.5.

Sub varian EG.5 merupakan turunan dari varian omicron dan masuk dalam kategori Variant of Interest (VOI). Secara global, sub varian ini telah mendominasi seluruh regional WHO dan regional yang melaporkan peningkatan sub varian ini meliputi Regional Amerika, Eropa dan Pasifik Barat.

Karakteristik dari sub varian ini dapat menyebabkan peningkatan kasus, menghindari dari kekebalan sehingga lebih mudah menginfeksi namun tidak ada perubahan tingkat keparahan.


Melonjak
sementara itu, Kemenkes melaporkan kasus aktif penularan virus Covid-19 melonjak mencapai 6.223 kasus aktif saat ini.

Angka itu berdasarkan data Kemenkes di laman Infeksi Emerging per Selasa (12/12).

Data tersebut menunjukkan penambahan kasus konfirmasi Covid-19 harian ada 298 kasus, sehingga total kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2020 kini menjadi 6.815.576.

Dari total kasus konfirmasi, sebanyak 6.647.428 di antaranya telah sembuh. Sementara itu, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 161.926 orang atau sekitar 2,4 persen.

Maxi memerintahkan Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya tetap memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 setelah kasus penularan virus corona melonjak beberapa waktu terakhir.

"Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Kota agar memastikan semua Puskesmas dan Fasyankes lainnya yang berada di wilayah kerjanya tetap memberikan pelayanan Vaksinasi Covid-19, dan memastikan ketersediaan vaksin," kata Maxi dalam keterangan tertulis, Jumat (8/12).

Selain itu, Kemenkes meminta kepala dinas kesehatan seluruh Indonesia mengamati penularan kasus Covid-19.


Mulai Berbayar
Seiring dengan dicabutnya status kedaruratan, vaksinasi Covid-19 tidak lagi ditanggung pemerintah. Mulai 2024, masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin dikenakan biaya. Kemenkes RI bersama lembaga lain masih membahas kemungkinan harga vaksin Covid-19.

Maxi sempat memastikan harga yang ditetapkan terjangkau alias murah.

"Pemerintah tengah mengatur harga untuk vaksin Covid-19 berbayar," kata Maxi.

"Yang pasti vaksin yang nanti diutamakan adalah vaksin dalam negeri. Vaksin dalam negeri itu kan murah," bebernya.


Bisa Pilih Vaksin Apa Saja?
Pemerintah memastikan dua jenis vaksin Covid-19 yang disediakan adalah Indovac dan Inavac, besutan dalam negeri. Kedua vaksin Covid-19 tersebut sudah dipastikan efektivitas, kehalalan, dan keamanannya.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr Siti Nadia Tarmizi menyebut Indonesia sejauh ini belum berencana mendatangkan vaksin Covid-19 Pfizer, Moderna, AstraZeneca seperti yang diberikan di awal pandemi Covid-19 merebak.

"Kita fokus di vaksin dalam negeri," tegas dia saat dihubungi terpisah, Rabu (13/12). (CNNI/detikHealth)



SHARE:
Tags
beritaTerkait
AstraZeneca Tarik Vaksin Covid-19 di Seluruh Dunia
Tak Ada Laporan Penyakit TTS, Sumut Sudah Lama Tak Gunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
3.883 Kasus TB/TBC di Kota Medan Sedang Diobati
DPRD SU Desak Kemenkes dan Dinkes Gerak Cepat Antisipasi Mewabahnya Malaria di Nisel
DPRD SU Desak Kemenkes RI dan Dinkes Gerak Cepat Antisipasi Mewabahnya Kasus Malaria di Nisel
Waspada, Kasus Flu Singapura di Indonesia Mulai Meningkat
komentar
beritaTerbaru