Kepala Distrik di Fakfak Tewas Dianiaya 25 OTK, Panggung HUT RI Dibakar

* KKB Tembak 3 Warga 2 ASN Tewas, Pos TNI Diserang

297 view
Kepala Distrik di Fakfak Tewas Dianiaya 25 OTK, Panggung HUT RI Dibakar
(dok.istimewa)
Kantor Distrik Kramamongga, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dibakar sekelompok orang tak dikenal (OTK). 
Fakfak (SIB)
Kepala Distrik Kramamongga, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Darson Hegemur meninggal dunia setelah dianiaya sekelompok orang tidak dikenal (OTK). Para pelaku juga membakar kantor Distrik Kramamongga hingga sekolah.
"Kejadian tersebut terjadi kemarin malam. Pembakaran kantor Distrik Kramamongga dan penganiayaan mengakibatkan Kepala Distrik Kramamongga Darson Hegemur meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi dalam keterangannya, dilansir detikSulsel, Rabu (16/8).
Kantor Distrik Kramamongga, Fakfak, diserang OTK pada Selasa (15/8) sekitar pukul 19.30 WIT. Adam menyebut pelaku penyerangan berjumlah 25 orang.
"25 OTK yang membawa alat tajam berupa parang, tombak, dan panah serta pelaku menggunakan cadar langsung menuju kantor Distrik Kramamongga dan melakukan perusakan, pembakaran kantor," terang Adam.
Adam menuturkan para pelaku juga membakar panggung kegiatan 17 Agustus di lapangan Distrik Kramamongga dan SMP Negeri 4 Kramamongga. Bahkan mereka mengancam akan membunuh warga yang berani melaporkan dan menghalangi aksinya.
"Pelaku melakukan pembakaran panggung 17-an yang berada di Lapangan Distrik Kramamongga. Lalu pelaku bergerak menuju ke SMPN 4 Kramamongga dan melakukan pembakaran sekolah," jelas Adam.
Tembak 3 Warga
Sementara itu, Kelompok kriminal bersenjata (KKB) dilaporkan menyerang warga di Nduga, Papua Pegunungan. KKB menembak tiga orang warga sipil hingga tewas.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Yasoma jalan Batas Batu Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Rabu (16/8). Dari tiga korban penembakan itu, dua di antaranya aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Nduga.
Saat dihubungi Kamis (17/8), Kapolres Nduga Kompol Vj Parapaga mengakui adanya insiden penembakan terhadap tiga orang warga sipil. Jenazah korban sudah berada di Kenyam.
Selain ditembak, para korban juga diduga dianiaya hingga mengalami luka-luka ditubuhnya yang berawal saat truck yang ditumpangi dibakar KKB, Rabu (16/8) malam.
Aparat gabungan TNI-Polri mengevakuasi ketiga korban Kamis dini hari sekitar pukul 00.04 WIT dan membawa ke puskesmas Kenyam, kata Kompol Vj.
Adapun identitas ketiga korban yakni Samsul Ahmad (25 th), Sthepen Didiwai (ASN) dan Michael Rumaropen (ASN).
KKB Serang Pos TNI
Peristiwa lainnya, KKB juga menyerang pos Raider 300/BJW di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Serangan itu mengakibatkan satu anggota TNI luka kena tembakan.
Penyerangan itu terjadi pada Selasa (15/8) sekitar pukul 09.45 WIT. Penyerangan berawal saat Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/BJW bersama tim menuju Pos Gome.
"Namun, suasana tenang mendadak terguncang oleh tembakan dari kelompok KKB yang diduga Numbuk Talenggen mengarah ke arah Pos Gome dan Dansatgas Pamtas Mobile 300/BJW," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangannya, Rabu (16/8).
Dia menjelaskan, tim Dansatgas Pamtas Movile 300/BJW membalas serangan tersebut hingga seorang anggota Satgas Pamtas Mobile 300/BJW Pratu Rizki mengalami luka tembak. Benny mengklaim ada 3 anggota KKB yang juga terkena tembakan aparat.
"Saat melakukan kontak tembak, tiga anggota KKB diduga terkena tembakan serta satu anggota Satgas Pamtas Mobile 300/BJW, Pratu Rizki juga terkena tembakan, namun kondisinya dalam keadaan sadar dan stabil," jelasnya.
Benny menuturkan para pelaku yang melarikan diri masuk ke dalam hutan pun dikejar petugas. Aparat mendeteksi dua orang yang menggunakan senjata laras panjang.
"Melalui drone, keberadaan dua orang dengan senjata panjang berhasil terdeteksi," imbuhnya.
Kuasai Markas KKB
Tim gabungan TNI/Polri dilaporkan telah menguasai markas KKB pimpinan Numpuk Terengganu di Gome, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Sejumlah barang bukti diamankan.
Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri membenarkan laporan yang menyebutkan TNI/Polri menguasai markas KKB di Gome, Kabupaten Puncak, Selasa (15/8).
"Memang benar saat ini markas KKB di Gome sudah dikuasai TNI/Polri dan berbagai barang bukti diamankan dari tempat kejadian perkara (TKP)" kata Kapolda Papua di Jayapura, seperti dilansir Antara, Rabu (16/8).
Dari laporan yang diterima, markas KKB di Gome dikuasai TNI/Polri berawal saat aksi penembakan oleh KKB pimpinan Numbuk Telenggen, Selasa (15/8), dari arah bukit Grumbul ke rombongan satgas mobile YR 300/Bjw yang hendak ke Gome menghadiri acara bakar batu.
Setelah mendapat laporan tentang adanya penembakan itu, aparat keamanan gabungan dari Ilaga bergabung dan melakukan pengejaran.
Selain di Gome, kata Mathius Fakhiri, KKB juga melakukan pembakaran tower yang berada di samping SMP 1 Ilaga.
Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa dari anggota TNI/Polri. Namun, kata Kapolda, dilaporkan ada tiga anggota KKB yang terluka tembak dan kabur ke hutan.
Adapun barang bukti yang diamankan, di antaranya tujuh handphone berbagai merek, kamera, dan senjata tajam.
Saat ini situasi kamtibmas di Ilaga dan sekitarnya relatif kondusif. Kendati demikian, kata Kapolda Papua Irjen Pol. Fakhiri, aparat keamanan tetap bersiaga. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com