Ketum PPP Suharso Monoarfa Dipolisikan Buntut Ucapan ‘Amplop Kiai'


373 view
Ketum PPP Suharso Monoarfa Dipolisikan Buntut Ucapan ‘Amplop Kiai'
(Foto: dok. PPP)
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa 

Minta Maaf

Sebelumnya, Suharso Monoarfa, sudah meminta maaf usai video yang berisi dirinya sedang melakukan pidato di KPK beredar di media sosial.

Permintaan maaf ini disampaikannya secara terbuka usai menghadiri acara Sekolah Politik yang digelar selama 2 hari bagi kader PPP di Bogor.

"Saya menyesalkan ada pihak yang dengan sengaja mencuplik sepotong dari sambutan saya pada acara Politik Identitas Cerdas Berintegritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 15 Agustus 2022 lalu, cuplikan yang sepotong itu menjadi di luar konteks dan membentuk opini negatif," ujar Suharso dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8).

Suharso menegaskan sambutannya tidaklah berdiri sendiri, melainkan merespons atas apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.

Ia juga berusaha menyambungkan dengan apa yang telah dipresentasikan oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardhiana.

Selain itu, kata dia, Kiai Ghufron mengatakan bahwa dengan mengikuti acara Politik Cerdas Berintegritas, diharapkan peserta menetapkan dirinya agar jangan terbawa mengandalkan 'keuangan yang maha kuasa' dan meninggalkan 'Ketuhanan yang Maha Esa'. Terlebih Partai Persatuan Pembangunan berazaskan Islam.

Suharso juga menuturkan bahwa Wawan Wardhiana mengingatkan dengan sebuah idiom seperti 'bukan membenarkan hal yang biasa, melainkan membiasakan hal yang benar'.

"Itu pesan-pesan yang ingin saya tangkap dan ingin saya ulang dan garis bawahi. Sama sekali saya tidak ada maksud untuk menyalahkan siapa pun," kata Suharso.

"Saya akui ilustrasi dalam sambutan itu adalah sebuah kekhilafan dan tidak pantas saya ungkapkan," lanjutnya.

Ia mengakui bahwa semestinya ada cara lain, bukan dengan mengungkapkan ilustrasi yang justru mengundang interpretasi yang keliru, apalagi dipotong-potong.

"Untuk itu saya mohon dibukakan pintu maaf yang seluas luasnya," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, sekolah politik ini adalah salah satu bentuk program PPP untuk kadernya menghadapi pemilihan umum tahun 2024.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com