Listrik Padam, Penyelenggara Pemilu di Jorlanghataran Simalungun Kesulitan Kirim Data

* GM PLN UID Sumut Sebut Listrik Dalam Kondisi Normal

216 view
Listrik Padam, Penyelenggara Pemilu di Jorlanghataran Simalungun Kesulitan Kirim Data
Foto: SIB/Linggom Parhusip
GELAP: Penyelenggara Pemilu 2024 berhenti beraktifitas karena di dalam ruangan Aula Kecamatan Jorlanghataran, Kabupaten Simalungun, listrik padam, Jumat (15/2). 
Tigabalata (SIB)
Sejumlah penyelenggara Pemilu 2024 di Kecamatan Jorlanghataran dan Dolokpanribuan, Kabupaten Simalungun mengeluh karena kesulitan mengirim data Pemilu akibat aliran listrik PLN padam.
“Saat ini pengiriman data Pemilu melalui aplikasi secara online masih terkendala akibat listrik mati. Kita tidak bisa mengirim data tanpa dukungan listrik,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jorlanghataran, Wardana di Aula Kecamatan Jorlanghataran, Kamis (15/2).
Disampaikannya saat ini para penyelenggara Pemilu 2024 di Kecamatan Jorlanghataran berhenti bekerja, selain tidak bisa mengirim data juga tidak ada penerangan dalam ruangan karena mati lampu.
“Kita berharap aliran listrik segera menyala agar penyelenggara Pemilu dapat melanjutkan pekerjaannya.”
Sementara itu, Kepala Unit PLN Cabang Tigabalata, Waruhu ketika dikonfirmasi mengakui aliran listrik PLN padam karena mengalami gangguan dan masih proses penelusuran Tim PLN Pematangsiantar.
Waruhu mengatakan dirinya belum bisa memastikan estimasi PLN kembali hidup. “Kami masih belum bisa pastikan untuk waktu estimasinya karena masih menunggu info dari Tim Siantar,” pungkasnya.
NORMAL
Sementara dari Medan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Saleh Siswanto, mengatakan dalam relisnya yang diterima SIB Kamis (15/2), listrik dalam kondisi normal/aman. Ribuan petugas PLN masih bersiaga di lapangan untuk menjaga kelistrikan tetap andal selama proses perhitungan suara di TPS .
“Alhamdulillah, kondisi kelistrikan dalam kondisi normal dan aman. Sebanyak 3.075 petugas gabungan pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) masih bersiaga untuk menjaga proses perhitungan suara di 45.875 TPS,” ungkap Saleh.
Dalam memastikan kesiapsiagaan petugas pada pelaksanaan Pemilu 2024 di lokasi TPS, Saleh meninjau langsung di salah satu TPS 11 yang berada di Jalan KL Yos Sudarso Medan setelah melaksanakan pencoblosan.
“Kami (PLN) ingin memastikan seluruh petugas telah standby di 33 kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan 455 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). PLN juga akan menjaga kelistrikan tetap andal hingga perhitungan suara selesai dilakukan di 45.875 TPS,” ujarnya.
Saleh merincikan Beban Puncak (BP) Sumatera Utara mencapai 1.733 MW dengan Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 2.458 MW dan Beban Puncak sistem Isolated Nias mencapai 37 megawatt (MW) dengan Daya Mampu Pasok sebesar 68 megawatt (MW).
“Selama periode masa siaga Pemilu mulai dari tanggal 11 hingga 18 Februari 2024, PLN telah mempersiapkan 373 posko siaga yang siap membantu jika terjadi gangguan,” tambah Saleh. (**)


Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com