Selasa, 23 Juli 2024

Tim TAA Dilibatkan Usut Penyebab Kecelakaan Tewaskan AKP Novandi

Redaksi - Kamis, 10 Februari 2022 09:37 WIB
361 view
Tim TAA Dilibatkan Usut Penyebab Kecelakaan Tewaskan AKP Novandi
(Karin Nur Secha/detikcom)
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo 
Jakarta (SIB)
Polda Metro Jaya masih menyelidiki kecelakaan Camry yang menewaskan AKP Novandi Arya Kharisma dan Fatimah Az Zahra di Senen, Jakarta Pusat. Tim traffic accident analysis (TAA) Korlantas Polri akan dilibatkan dalam proses penyelidikan ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pelibatan TAA ini dilakukan juga untuk mengetahui berapa kecepatan kendaraan dan menentukan siapa pengemudi Camry bernopol B-1102-NDY saat kecelakaan terjadi.

"Tentu ini perlu TAA ya tapi intinya kami berusaha paling tidak menentukan pengemudi mobil," kata Sambodo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/2).

Sambodo mengatakan besar kemungkinan kasus ini akan dihentikan penyidikannya dan tidak sampai bergulir ke pengadilan. Sebab yang diduga sebagai tersangka dalam kecelakaan itu meninggal dunia.

"Iya kalau perlu, tapi kasus ini kan tidak bermuara ke pengadilan. Karena dengan korban meninggal dunia dan penyidik punya kewenangan untuk menerbitkan SP3 surat penghentian penyidikan karena apa tersangka meninggal dunia," ujar Sambodo.

Penyidik Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan melakukan gelar perkara. Gelar perkara dilakukan untuk menentukan upaya selanjutnya, meski besar kemungkinan kasus ini dihentikan.

"Ya dalam satu dua hari ini kita akan melaksanakan gelar perkara untuk menentukan walaupun kasus ini akan di SP3," imbuh Sambodo.

Mobil Milik Fatimah
Sementara itu, Sambodo mengungkap siapa pemilik Camry. Hasil penyelidikan polisi, diketahui mobil tersebut ternyata milik Fatimah atau Sis Zahra.

"Itu mobil milik saudari F," ucap Sambodo.

Sebelumnya, polisi mengalami sedikit kendala saat mengidentifikasi kendaraan Camry yang terbakar dan menewaskan AKP Novandi Arya Kharisma dan Fatimah kader PSI Banjarmasin itu. Sebab dari hasil penelusuran di database kepolisian, pemilik mobil sudah pindah alamat.

"Pemilik mobil sudah kita datangi sesuai dengan database di kita namun ketika didatangi penyidik ke alamat itu tidak ditemukan pemiliknya," kata Sambodo.

Mobil tersebut rupanya telah dijual ke tangan kedua. Namun, polisi tidak mengetahui identitas tangan kedua karena kendaraan belum balik nama.

"Karena telah dijual kepada pihak kedua dan kami saat ini belum menemukan siapa pemilik mobil tersebut," ucapnya. (detikcom/d)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jelang PON XXI, Kakorlantas Polri Tinjau Pembangunan Sumut Sport Center
Polres Langkat Ikuti Penilaian Revitalisasi Kawasan Tertib Lalu Lintas
Polri: 429 Orang Meninggal Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024
Kakorlantas: SIM dan STNK Mati saat Masa Lebaran Tak Kena Denda
Polri Pakai Drone Pantau Arus Mudik Lebaran 2024, Jangkauan sampai 20 Km
Kakorlantas Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2024 Capai 136,7 Juta Orang
komentar
beritaTerbaru