Lecehkan Profesi Perawat, Pemilik Akun Tiktok Ratu Entok Dipolisikan


227 view
(Foto Dok/PPNI Sumut)
SURAT: Surat tanda terima laporan polisi nomor: STTLP/B/791/IV/2021/SPKT/POLDA SUMUT, Jumat (30/4/2021). 
Medan (harianSIB.com) -Pemilik akun TikTok @ratu_entok2, Irfan Satria Putra dilaporkan ke Polda Sumut, karena postingan yang dinilai melecehkan profesi perawat. Laporan itu bernomor STTLP/B/791/IV/2021/SPKT/POLDA SUMUT. Laporan tertanggal yang dibikin PPNI itu 30 April 2021.

"Badan Bantuan Hukum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (BBH PPNI) bersama pengurus DPW PPNI Sumut, didampingi perwakilan Ketua DPD PPNI kabupaten/kota melaporkan Ratu Entok alias Irfan Satria Putra ke Polda Sumut," kata Ketua DPW PPNI Sumut, Mahsur Al Hazkiyani kepada harianSIB.com, Jumat (30/4/2021) malam.

Mahsur mengatakan postingan yang dibuat Ratu Entok dinilai menyebarkan ujaran kebencian kepada perawat. Ratu Entok dalam video disebut menyamakan perawat dengan tong sampah.

"Video viral Si Ratu Entok yang diduga menyebarkan ujaran kebencian kepada perawat yang menganggap perawat seperti tong sampah," ucap Mahsur.

"Dan untuk sekolah perawat menggadaikan hewan sangat menyakitkan dan melemahkan imun para perawat yang saat ini masih berjuang di garda terdepan dalam pelayanan kesehatan," tambahnya.

Sebelum dilaporkan ke Polda Sumut, BBH PPNI sudah 2 kali menyampaikan somasi agar Ratu Entok meminta maaf secara terbuka di medsosnya. Namun, malah meminta menjadi duta perawat yang tidak masuk akal bagi para perawat.

Sebelumnya, pada Selasa (20/4/2021), dalam postingannya, Ratu Entok menyinggung adanya perawat yang dipukul seorang pria. Dia tidak menyebutkan di mana peristiwa itu. Tapi dia mengatakan peristiwa tersebut terjadi karena si pria marah infus anaknya yang dirawat lepas.

"Nggak tahulah ya mungkin bapak itu sangat sayang sama anaknya, ya namanya kita lagi kondisi sakit, infus putus ya mungkin bapak itu silap," kata Ratu Entok dalam video itu.

Ratu Entok kemudian mengatakan peristiwa itu merupakan peringatan besar kepada perawat di Indonesia. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi karena banyak perawat yang sombong saat merawat, khususnya pasien yang menggunakan kartu BPJS.

"Ini pukulan besar untuk semua perawat perawat karena selama ini kalian banyak yang sombong, banyak yang lantam, apalagi kalau merawat dari orang-orang miskin, dari BPJS, dari pakai surat miskin, dari pakai surat KIS," ucapnya.

Tidak hanya menyebut sombong, Ratu Entok juga menyebut ada perubahan dari wajah perawat jika merawat pasien yang menggunakan BPJS. Dia menyebut perawat sibuk main ponsel saat merawat pasien BPJS.

"Muka perawat kayak tong sampah, malam hari tidur ngorok, chat-an sama jantannya, teleponan sama jantannya, kita merawat sendiri anak kita, keluarga kita dalam ruangan," tutur Ratu Entok dalam video. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com