Pesta Suku Pemburu Singa di Kenya Habiskan 3.000 Sapi Jantan dan 30.000 Kambing-Domba


156 view
Foto: (dok CNN)
Suku Maasai
Nairobi (SIB)
Suku Maasai yang terkenal sebagai suku yang suka berburu singa di Kenya punya tradisi setiap dekade. Mereka berkumpul untuk upacara kenaikan status sosial di suku mereka.

Seperti diberitakan CNN, pada tanggal 23 September lalu sekitar 15.000 pria Maasai dari seluruh Kenya dan negara tetangga Tanzania berkumpul Maparasha Hills di Kajiado County, 128 kilometer dari Nairobi. Mereka mengadakan perayaan dan berpesta dengan 3.000 sapi jantan dan 30.000 kambing dan domba.

Bukan perayaan biasa. Ini adalah upacara yang dilakukan setiap dekade mengubah status pria dari Moran (pejuang) menjadi Mzee (sesepuh). Pada hari itu, para lelaki memanggang daging di atas hamparan batu bara dari pohon akasia, sembari memegang tongkat dan pedang.

"Saya dulu orang Moran, tapi setelah upacara ini, saya sekarang lulus menjadi Mzee (penatua)," kata Stephen Seriamu Sarbabi, pedagang ternak berusia 34 tahun.

"Saya sekarang akan memiliki banyak tanggung jawab di masyarakat. Saya akan memimpin beberapa pertemuan berbeda, saya akan diajak berkonsultasi," tambahnya.

Adanya virus Corona pada Maret, membuat pelaksanaan upacara tertunda. Karena semestinya upacara ini diadakan pada awal tahun. Selama upacara, para pria ditemani oleh istri mereka yang juga mengenakan syal warna-warni dan manik-manik di leher. Mereka menyanyikan lagu-lagu yang memuji dan menyemangati kelompok sesepuh yang datang.

Suku Maasai adalah salah satu suku terkuat di Afrika. Mereka terkenal sebagai pemburu singa. Suku Maasai merupakan penduduk asli Tanzania. Kebanyakan dari mereka tinggal di bagian utara yang daerahnya berbatasan dengan Kenya.

Tampilan Suku Maasai tak jauh berbeda dengan suku-suku Afrika pada umumnya. Mereka masih hidup secara tradisional, belum terkena teknologi dan bergantung kepada alam. Namun Suku Maasai, khususnya para prianya amatlah disegani oleh suku-suku lain di Afrika.

Semua pria Suku Maasai, begitu beranjak dewasa akan menjadi Empikas alias prajurit. Mereka siap menjaga wilayahnya, dengan senjata berupa tombak dan berburu hewan demi keberlangsungan hidup keluarganya. Satu lagi yang menjadi tanda seorang pria dewasa Suku Maasai, yakni berburu singa!

Berburu singa merupakan tradisi yang sudah dilakukan pra-pria suku Maasai sejak zaman dulu. Inilah suatu fase yang harus dilalui para pria Suku Maasai dalam hidupnya. Mereka belum dibilang dewasa dan belum sah menjadi prajurit jika belum bisa berburu singa dan mengalahkannya. (detiktravel/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com