Singapura Mulai Vaksinasi Corona, Tenaga Medis Diutamakan

* Inggris Setujui Penggunaan Vaksin AstraZeneca

244 view
Singapura Mulai Vaksinasi Corona, Tenaga Medis Diutamakan
AP/Themba Hadebe
Ilustrasi vaksinasi. Pemerintah Singapura memulai proses vaksinasi virus corona (Covid-19) pada Rabu (30/12). 
Singapura (SIB)
Pemerintah Singapura memulai proses vaksinasi virus Corona (Covid-19) pada Rabu (30/12). Kelompok pertama yang menjalani suntik vaksin itu adalah para petugas, peneliti, dokter dan perawat di Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura (NCID). Dilansir Channel News Asia, seorang perawat perempuan NCID bernama Lim mendapatkan suntikan pertama vaksin Covid-19. Sebelum wabah Covid-19 merebak, dia bertugas sebagai perawat yang melakukan seleksi dan mengambil darah pasien.

Seorang dokter senior di NCID, dr. Kalisvar Marimuthu (43), juga menjalani vaksinasi tahap pertama. Dia saat ini ditugaskan menangani langsung pasien Covid-19.

Sebelum menjalani vaksinasi, para perawat dan dokter diwajibkan mengisi data dan kondisi diri mereka. Hal itu untuk menentukan apakah mereka layak mendapatkan vaksinasi. Proses vaksinasi itu dilakukan setelah pemerintah Singapura menerima rekomendasi dari Komite Pakar yang mengizinkan proses itu dilakukan. Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan seluruh tenaga medis dari rumah sakit umum sampai swasta akan menjalani vaksinasi.

Kemudian pada Februari 2021, mereka akan melakukan vaksinasi terhadap para penduduk yang berusia 70 tahun ke atas. Setelah itu, maka penduduk Singapura yang berusia di bawah 70 tahun dan warga asing yang mengantongi izin tinggal tetap akan menjalani vaksinasi. Pemerintah menyatakan vaksinasi itu tidak dipungut biaya.

Komite Pakar menyatakan proses vaksinasi diharapkan dapat mendekati target yang ditetapkan untuk menekan tingkat penyebaran virus corona dan melindungi kelompok yang rentan di masyarakat. "Jika jumlah penduduk yang divaksinasi cukup tinggi maka secara tidak langsung akan melindungi mereka yang belum dikategorikan layak untuk menjalani vaksinasi. Jika ketersediaan vaksin semakin banyak, maka semua orang yang bermukim di Singapura dan kondisi kesehatannya sesuai persyaratan maka dianjurkan menjalani vaksinasi, meski dalam prosesnya tidak ada pemaksaan," demikian isi pernyataan Komite Pakar Singapura.

Singapura saat ini sudah menerima kiriman tahap pertama pesanan vaksin Covid-19 produksi Pfizer-BioNTech. Mereka menjadi negara pertama di Asia yang mendapatkan vaksin itu. Akan tetapi, vaksin itu tidak dianjurkan digunakan oleh ibu hamil dan penduduk di bawah 16 tahun.

Inggris Setujui
Sementara itu, Inggris menyetujui penggunaan vaksin Corona yang dikembangkan AstraZeneca dan Oxford University untuk melawan Covid-19. Pengumuman tersebut disampaikan pemerintah pada Rabu (30/12). Izin penggunaan tersebut dikeluarkan setelah pemerintah Inggris menerima rekomendasi dari Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat (MHRA). "Mengizinkan vaksin Covid-19 Oxford University/AstraZeneca untuk digunakan," kata juru bicara pemerintah seperti dikutip dari AFP.

Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin tersebut. Mereka juga yang pertama menyetujui vaksin buatan Pfizer-BioNTech. AstraZeneca akan bergabung bersama Pfizer/BioNTech yang sudah digunakan dalam vaksinasi darurat di Inggris. Vaksinasi massal di Inggris telah dimulai pada (8/12) lalu. AstraZeneca telah melaporkan hasil uji klinis tahap tiga yang dilakukan di Brasil dan Inggris beberapa waktu lalu.

Meskipun sempat ada kekeliruan dosis yang diberikan dalam proses uji klinis, namun klaim efikasi vaksin itu dinilai bisa dipercaya. Vaksin AstraZeneca disebut 70 persen ampuh melawan Covid-19.

Angka efikasi tersebut didapat dari penggabungan data kelompok orang yang divaksinasi dengan dosis tepat, dan dosis yang keliru. Jika hanya menggunakan data kelompok dosis yang tepat, ditemukan efikasi sebesar 64 persen. Meski lebih rendah, vaksin AstraZeneca telah mencapai standar efikasi minimal vaksin Covid-19 yaitu 50 persen. Vaksin AstraZeneca juga tidak perlu disimpan dalam suhu -80 derajat seperti vaksin Covid-19 Pfizer. Hingga kini Inggris memiliki 2.382.865 kasus virus corona dan 71.567 kematian. Negara itu juga tengah dihantam penyebaran mutasi baru virus corona. (AFP/Channel News Asia/CNNI/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com