77 Tahun Indonesia Merdeka, Indonesia Darurat Kekerasan Terhadap Anak

* Arist: 52 Persen Kekerasan Seksual Terhadap Anak

187 view
77 Tahun Indonesia Merdeka, Indonesia Darurat Kekerasan Terhadap Anak
Foto: Ist/harianSIB.com
Arist Merdeka Sirait.


Lebih lanjut Arist menjelaskan bahwa ada banyak juga anak di Indonesia dilaporkan menjadi korban eksploitasi seksual komersial, anak korban perbudakan seks, anak korban serangan rudapaksa oleh orang terdekat anak, ayah paman kakek, abang atau sepupu anak.


"Ada banyak pula fakta anak menjadi korban penelantaran, korban perceraian, dan anak korban penculikan untuk adopsi ilegal, eksploitasi ekonomi dan berbagai bentuk kekerasan lainnya," ucap Arist.


Demikian juga anak menjadi korban penyiksaan yang keji dan perampasan hak hidup anak.


"Kasus kekerasan fisik yang mengakibatkan seorang anak usia 10 tahun terpaksa meninggal ditikam oleh paman kandung korban sendiri di Sunggal, Deliserdang misalnya, peristiwa ini, menunjukkan betapa kejinya perlakuan terhadap anak," tegasnya.


Ia juga menyampaikan bahwa ada juga seorang ibu di Brebes, Jawa Tengah tegah menggorok leher anaknya sendiri dengan pisau cater hingga putus.


"Sungguh biadab, ada seorang ayah di Semarang merudapaksa putrinya sendiri secara berulang hingga meninggal dunia.


Ada juga dua anak kakak beradik di Makasar di congkel mata dan dimutilasi tubuhnya untuk tumbal ilmu hitam dan ada banyak lagi anak-anak menjadi korban peredaran narkoba dan pornografi," kesalnya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com