Buka Sinode Kerja Gereja Pentakosta

Dirjen Bimas Kristen: Fenomena Disrupsi Kekinian Jangan Sampai Rusak Tatanan Moral Religi


277 view
Dirjen Bimas Kristen: Fenomena Disrupsi Kekinian Jangan Sampai Rusak Tatanan Moral Religi
Foto: Humas Gereja Pentakosta/Hamonangan Sinaga
MEMBUKA SINODE KERJA: Direktur Hukum Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Jannus Pangaribuan memukul palu sidang tanda dimulainya Sinode Kerja ke-14 Gereja Pentakosta di Jalan Lingga Pematangsiantar didampingi Ketua Dewan Pembina Pdt Ev RD Siburian SE, Pbs Edwin Siburian SE Ak dan pengurus lainnya. Pembukaan dihadiri yang mewakili Kapolda Sumut, Kabid Bimas Kristen Kemenag Sumut St Dr Arnot Napitupullu MTh. 

Pematangsiantar (SIB)

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI), Jumat (15/7) membuka Sinode Kerja ke-44 Gereja Pentakosta (GP) yang dipusatkan di Jalan Lingga Pematangsiantar. Di sambutannya, Dirjen diwakili Direktur Hukum Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Jannus Pangaribuan, mengatakan gereja di mana saja di belahan bumi sedang bergumul dengan revolusi teknologi, yang di Indoneia disebut sebagai Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan disrupsi. Tetapi, lanjutnya, dengan adanya disrupsi jangan membuat gereja menutup diri. "Tetap harus membuka diri meski ada disrupsi tapi jangan sampai terbawa pada merusak tatanan moral religi," ujarnya.


Di Indonesia, lanjutnya, gereja berkembang pesat tapi harus dimaknai dengan menjaga tatanan moral religi. Menurutnya, ada 9 aras nasional serta 328 sinode. "Sesama gereja harus menjaga pertumbuhan gereja tersebut agar gereja benar-benar menjadi terang dan garam dunia," ujarnya.


Ketua Pucuk Pimpinan GP Pdt J Ev J Sihombing mengatakan, Sinode Kerja Gereja Pentakosta ke-14 adalah tuntutan organisasi, sebagai ajang evaluasi apa yang sudah digariskan dalam program di sinode pemilihan. "Sinode ini juga mengoreksi atau mengevaluasi program ke depan yang disejajarkan dengan perkembangan aktual," tambahnya didampingi Kepala Biro Humas St Ev Drs Tua Abel Sirait dan Pbs Hamonangan Sinaga.


Menurutnya, Sinode Kerja ke-14 kali ini sangat bermakna karena untuk pertama kali baru dapat bertatap muka setelah dua tahun online. "Meski angka terpapar sudah melandai dan PKM Level 1 namun seluruh sinodisten, wajib mematuhi protokol kesehatan termasuk menameng diri dengan hand sanitizer dan bermasker," tegasnya.


Pdt Joshua Simatupang, Sekjen Gereja Kristen Jerusalem Baru, mewakili undangan dari unsur gereja tetangga, mengatakan, dalam sinode kerja dapat merumuskan hal terbaik untuk gereja dan bangsa guna merealisir tema agar menjadi teramg.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com