Keluh- Kesah TPPJ Korban Covid-19 Dairi, Upah Lelah Tidak Sebanding Risiko Kerja


1.529 view
Keluh- Kesah TPPJ Korban Covid-19 Dairi, Upah Lelah Tidak Sebanding Risiko Kerja
Foto Dok/UPT Damkar Dairi
JALANKAN TUGAS : Tim Penanganan Pemakaman Jenazah (TPPJ) Korban Covid-19 Dairi jalankan tugas mengebumikan pasien meninggal terpapar corona. Foto dipetik beberapa waktu lalu.
Sidikalang (SIB)
Letih dan sering menjadi bulan-bulanan keluarga dari korban meninggal terpapar Covid-19, tetapi tim penanganan pemakaman jenazah (TPPJ) korban Covid-19 Dairi tetap semangat menjalankan tugas.

"Tim pemakaman beberapa kali menjadi korban dari keluarga yang meninggal akibat Covid-19, bahkan pernah dapat penganiayaan dan dikepung warga saat melakukan pemakaman," kata seorang dari tim pemakaman yang tidak bersedia dituliskan namanya, Rabu (29/6) di Sidikalang.

Tim kerap menjadi sasaran keluarga meninggal akibat Covid-19. Karena masih ada yang belum terima anggota keluarganya meninggal akibat pendemi tersebut. Pada hal tim pemakaman hanya bertugas mengkebumikan yang dinyatakan meninggal terpapar corona.

Kendati demikian, tim penanganan pemakaman jenazah Covid-19 menjalankan tugas dengan setulus hati. Terkadang tim mengangkat peti jenazah hingga ratusan meter menuju liang lahat, karena kendaraan roda empat tidak bisa masuk ke areal makam milik keluarga meninggal. Tim sudah beberapa kali memakamkan pasien meninggal dini hari.

"Tim pemakaman menjalankan tugas penuh risiko dan berpotensi terpapar corona. Padahal upah lelah yang diterima Rp 110 ribu untuk pemakaman di zona satu, di zona 2 Rp 150 ribu dan di zona 3 Rp 175 ribu per satu kali pemakaman. Dan upah tersebut belum diterima sejak Januari hingga Juni," katanya.

Ia mengaku upah lelah yang diterima tidak sebanding dengan risiko tugas. Tetapi yang namanya tugas harus dilaksanakan dengan baik.

Sementara itu, Kepala UPT Damkar Dairi selaku Ketua Tim Penanganan Pemakaman Jenazah Covid-19, Amudi Situmeang mengatakan, anggota tim pemakaman sebanyak 10 orang, yang terdiri dari tenaga harian lepas (THL) Damkar. "Sampai saat ini, mereka hanya menerima honor dari Damkar setiap bulannya. Belum ada pencairan upah lelah," ucapnya.

Ia juga membenarkan anggotanya pernah dianiaya, dilempari keluarga pasien meninggal. Dikepung warga yang tidak menerima pemakaman jenazah korban corona di desa tersebut.

Sejak Januari hingga Juni korban meninggal yang dikebumikan tim sebanyak 35 orang, dimana pasien meninggal terpapar Covid-19 dikebumikan di TPU Sidiangkat dan sebagian dikebumikan di pemakaman keluarga.

Sementara itu, Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19 Dairi yang juga Kepala BPBD, Sahala Tua Manik lewat telepon mengatakan, besaran uang lelah yang diterima tim pemakaman sudah diatur sesuai anggaran, memang sesuai risiko kerja besaran upah lelah itu tergolong kecil. Berbeda dengan tenaga kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan.

"Belum ada penambahan besaran upah lelah, usulan masih sama dengan yang tahun lalu," katanya.

Ia mengaku kerap memotivasi tim pemakaman, karena melihat risiko kerja sangat tinggi. Ia juga membenarkan tim pemakaman pernah dianiaya keluarga pasien meninggal, dan turut mendampingi tim saat melapor kepada penegak hukum.

Alokasi untuk tim pemakaman bersumber dana refocusing Penanganan Covid-19 dan sudah diposkan di UPT Damkar. Menurutnya, beberapa hari ke depan pengajuan pencairan upah lelah itu sudah bisa diajukan. "Kita sudah meminta kepada Kepala UPT Damkar, agar segera mengajukan pencairan upah lelah tim pemakaman," tuturnya. (B3/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com