Partai Gelora Sesalkan Indonesia Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Plastik


164 view
Partai Gelora Sesalkan Indonesia Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Plastik
Foto Dok
Ratih Sanggarwati
Jakarta (harianSIB.com )

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyesalkan negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat yang masih menjadikan Indonesia sebagai tempat pembuangan sampah, terutama sampah plastik.

Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Indonesia Ratih Sanggarwati menyatakan hal itu kepada wartawan termasuk jurnalis Koran SIB Jamda P Habeahan, Minggu (20/6/2021), di Jakarta.

Menurut Ratih, sampah plastik sangat berbahaya bagi kehidupan atau kelangsungan hidup ekosistem di Bumi, sehingga kondisi Bumi saat ini semakin memprihatinkan.

Permasalahan sampah plastik sangat kompleks, sehingga harus dipikirkan solusinya karena merupakan ancaman serius bagi kehidupan masa depan makhluk hidup di bumi.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah mengubah gaya hidup dalam berbelanja maupun dalam kehidupan sehari-sehari untuk tidak menggunakan produk berbahan plastik dan beralih ke produk ramah lingkungan, terutama kaum perempuan.

"Kita miris dengar ada ikan paus mati di suatu pantai dan terdampar, ketika dibedah perutnya ditemukan banyak sekali sampah plastik. Ada pula yang hidungnya tertancap sedotan, tentunya ini sangat memprihatinkan," ungkap Ratih sambil berharap semua pihak bisa membuka mata permasalahan sampah di Indonesia sudah pada taraf mengkhawatirkan.

Karena itu, semua pihak perlu berjuang bersama-sama untuk menjadi solusi bagi masalah tersebut setidaknya dengan mengurangi sampah dalam lingkup kerja keseharian.

Efi Femiliyah, penerima Kartini Gelora Arwad 2020 asal DKI Jakarta mengakui telah menerapkan gaya hidup minim sampah dalam kehidupan sehar-hari, dengan cara mengelola sampah organik dan tidak menggunakan produk plastik.

Dalam tokonya diterapkan tidak lagi pakai air kemasan, kalau ada yang beli pecel ayam misalnya diminta bawa tempat sendiri, termasuk buat sambelnya. Jika, anak-anak tiba-tiba jajan minuman kekinian, diharap bawa gelas sendiri.

Efi menegasakan, gaya hidup serba instan membuat peningkatan sampah plastik secara signifikan. Karena Indonesia saat ini darurat sampah plastik maka diminta perhatian pemerintah secara serius. (*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com