Petani Kecamatan Bandar Simalungun Dukung Kejaksaan Berantas Mafia Pupuk


185 view
Petani Kecamatan Bandar Simalungun Dukung Kejaksaan Berantas Mafia Pupuk
(Foto : SIB/Agus Salim Siregar)
Areal padi sawah di Nagori Pematang Kerasaan Rejo,  Kecamatan Bandar. 
Simalungun (SIB)
Petani Kecamatan Bandar dan Pematang Bandar Simalungun mendukung pemerintah melalui Kejaksaan Agung dalam memberantas mafia pupuk, yang selama ini sering memanfaatkan keuntungan pribadi tanpa peduli nasib petani dalam hal ketersediaan pupuk.

Petani sangat mengapresiasi dan senang dengan adanya statemen Kepala Jaksa Agung, Burhanudin yang memerintahkan jajarannya melakukan operasi intelijen untuk menelusuri dan memberantas mafia pupuk di Indonesia. Hal ini menjadi kabar baik bagi para petani, agar mafia pupuk yang sudah mencari keuntungan selama bertahun-tahun dari pupuk subsidi untuk petani dapat diberantas. Sehingga pendistribusian pupuk bersubsidi bagi petani berjalan lancar.

Petani berharap agar kejaksaan agung, langsung melakukan pemberantasan mafia, karena untuk saat ini pupuk di Kecamatan Bandar dan Pematang Bandar langka. Petani sulit mendapatkan pupuk bersubsidi sehingga petani harus beli pupuk yang tidak bersubsidi di kios pupuk yang harganya mahal.

Bahbun, salah satu petani padi sawah di Pematangkerasaan Rejo saat ditemui Kamis (13/1) mengatakan, dirinya sangat mendukung Kejaksaan memberantas mafia pupuk bersubsidi. Karena dirinya selama ini sangat sulit untuk mencari pupuk bersubsidi. Bila ingin membeli pupuk bersubsidi ke kios pupuk, jawabannya kosong karena kuota habis. Akibatnya ia terpaksa harus membeli pupuk non subsidi yang harganya mahal. Hal ini selalu terjadi. Perlu diketahui bahwa harga pupuk urea subsidi selama setahun ini sekitar Rp 150.000 lebih dan non subsidi sekitar Rp 500.000 lebih, ucapnya.

Menanggapi adanya intruksi Kepala Jaksa Agung kepada seluruh jajaran memberantas mafia pupuk bersubsidi, anggota DPRD Simalungun Lindung Samosir mengatakan, sangat mendukung dan mengapresiasi Kejaksaan Agung beserta jajarannya melakukan operasi intelijen di wilayah masing-masing untuk memberantas mafia pupuk. (D06/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com