Ratusan ODGJ RSJ M Ildrem akan Disuntik Vaksin Covid-19


176 view
Ratusan ODGJ RSJ M Ildrem akan Disuntik Vaksin Covid-19
2020 REUTERS
Ilustrasi Vaksin Covid-19. 
Medan (SIB)
Ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem Medan yang terletak di Jalan Tali Air, Nomor 21, Kecamatan Medan Tuntungan, akan menerima suntikan vaksin Covid-19 apabila disetujui pihak keluarga.

Kepala Seksi IGD dan Rawat Jalan RSJ Prof Dr M Ildrem, dr Indah mengatakan semua pasien akan divaksin. Namun, vaksin baru dapat dilaksanakan jika mendapat persetujuan dari pihak keluarga pasien.

"Semua pasien akan di vaksin. Hanya saja kita buat bertahap. Kita buat surat panggilan dulu ke keluarga pasien," kata Indah melalui keterangan tertulis, Minggu (20/6) seperti dilansir dari harianSIB.com.

Dikatakannya saat ini, jumlah pasien ODGJ sebanyak 280 orang. Pihaknya menegaskan tidak bisa sekaligus mevaksinasi, sebab pihaknya tetap membuat surat panggilan ke keluarga pasien.

"Harus ada persetujuan dulu dari keluarga, kami menunggu, rencana kami lakukan pada 29 Juni mendatang, jadi berapa pun jumlah pasien yang telah mendapat persetujuan keluarga tetap kita laksanakan," paparnya.

Dikatakannya, pentingnya vaksinasi terhadap ODGJ sama pentingnya dengan manusia normal pada umumnya. Apalagi pasien ODGJ meski selalu di dalam ruangan rawat tetapi tetap saja ada kontak dengan para perawat atau dokter yang pada umumnya juga ada kontak dengan orang luar rumah sakit.

"Kami kan pulang-pulang ke rumah juga, kamikan tidak terus di rumah sakit, jadi kemungkinan kami bisa saja menularkan kepada mereka. Kami juga semua divaksin, jadi pasien juga harus divaksin agar sama sama memiliki antibodi setelah divaksin," ungkapnya.

Begitu juga, katanya, sebagian pasien juga ada masa rawatannya rawat jalan sehingga harus pulang. Bisa saja saat mereka (pasien) pulang dan kembali lagi ke RSJ karena kambuh lagi ternyata membawa virus ke RSJ.

"Kita harapkan setelah divaksin nantinya semua pasien punya kekebalan tubuh agar terhindar dari Covid-19. Hal ini penting, karena ODGJ kebanyakan tidak dapat mengungkapkan jika dia mengalami sakit, sehingga susah mendeteksi kesehatannya.

Berbeda dengan orang normal jika sakit pada tubuhnya bisa dijelaskan dengan detail bagian tubuh mana yang sakit," tutupnya. (R6/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com