Sampah Menumpuk di Jalinsum Asam Jawa Timbulkan Bau Busuk


197 view
Sampah Menumpuk di Jalinsum Asam Jawa Timbulkan Bau Busuk
(Foto: harianSIB.com/Rudi Afandi Simbolon.
SAMPAH BERSERAK: Sampah plastik dan rumah tangga berserakan di pinghir ruas Jalinsum Asam Jawa, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, menimbulkan bau busuk, Jumat (19/11/2021).
Torgamba (harianSIB.com)
Sampah plastik dan rumah tangga berserakan di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Asam Jawa, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), tepat di seberang Universitas Labuhan Batu (ULB) Kampus Asam Jawa. Tumpukan sampah berbulan-bulan dan tidak diangkut menimbulkan bau busuk.

Pengamatan wartawan, Jumat (19/11/2021), sampah tampak mulai menggunung di sejumlah titik di sepanjang lebih kurang 100 meter ruas jalan tersebut. Sementara itu, sebagian lainnya terlihat berserakan. Sampah yang menumpuk tersebut menyebabkan bau busuk menyengat, terlebih kawasan itu dekat dengan pemukiman masyarakat. Warga berharap agar sampah segera diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berjarak lebih kurang 4 Km dari lokasi tersebut.

"Tumpukan sampah menyebabkan bau busuk menyengat. Selain itu banyak lalat, sehingga kawasan ini terkesan kumuh dan jorok," kata Juar Harahap, warga setempat.

Pengguna jalan lainnya Ridwan mengatakan, tumpukan sampah tersebut sudah berbulan-bulan, namun hingga kini tidak pernah diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Labusel. Menurutnya, setiap kali melintas, pengguna jalan harus menahan nafas, karena bau busuk yang sangat menyengat.

"Ini kan jalan lintas, merupakan pintu masuk menuju ibukota kabupaten. Melihat sampah yang berserakan, sudah pasti pandangan orang yang melintas kabupaten ini jorok," katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Pemkab Labusel, dr Bakti yang dikonfirmasi mengatakan, sudah berulang kali menggeser, mengangkut, maupun membersihkan kawasan itu dari tumpukan sampah. Namun, kata dia, warga kembali membuang sampah di lokasi tersebut.

"Beberapa hari lalu baru saja kami geserkan sampahnya, tapi sekarang sudah menumpuk lagi. Peringatan juga sudah dipasang, namun dirusak. Kami pun sudah berkoordinasi dengan aparat desa untuk turut mengawasi, tapi tetap saja peristiwa itu berulang," katanya.

Dijelaskan, tumpukan tersebut merupakan sampah yang sengaja dibuang oleh oknum pedagang pekanan usai berjualan, ditambah beberapa warga. Menurutnya, kondisi itu sudah terjadi sejak lama, namun belum dapat teratasi.

"Kami mengimbau kepada para pedagang dan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di tempat tersebut. Kami sudah membuat amrol sampah di sejumlah lokasi, silahkan buang di tempat itu," katanya. (*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com