Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 April 2026

Belum Ada Hotel di Sumut yang Tutup Total, Sebagian Justru Siap-siap Beroperasi Kembali

Redaksi - Jumat, 22 Januari 2021 15:18 WIB
929 view
Belum Ada Hotel di Sumut yang Tutup Total, Sebagian Justru Siap-siap Beroperasi Kembali
Foto Dok
Juita Purba dan Eddin Sihaloho
Medan (SIB)
Masa terpaan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020 lalu, ternyata belum sampai mengakibatkan hotel-hotel wisata di daerah ini (Sumut) ditutup total akibat krisis ekonomi dari dampak pandemi tersebut, walaupun bisnis perhotelan mengalami kerugian sedikitnya Rp 100 miliar per-bulan akibat dampak pandemi tersebut.

Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Provinsi Sumut, Denny S Wardana, melalui sekretarisnya Dewi Juita Purba, menyebutkan sejumlah hotel wisata baik di kawasan bisnis (Medan sekitarnya) atau di kawasan resort (Parapat dan Berastagi), justru sedang bersiap-siap dan berbenah untuk beroperasi aktif kembali dengan standar prokes sembari menunggu berakhirnya pandemi yang didukung program vaksinasi nasional.

"Kalau ditanyakan sudah berapa banyak hotel di Sumut yang sudah tutup akibat dampak pandemi, sebenarnya tidak ada yang sifatnya tutup total atau stop operasional soal jumlah hotel yang disebutkan tutup dalam arti tutup sementara selama ini, itu memang terjadi beberapa bulan lalu. Saat ini sebagian hotel justru bersiap-siap untuk buka kembali menerima tamu walaupun tingkat huniannya masih kecil," ujar Dewi Juita Purba kepada pers di Medan, Rabu (20/1).

Hal senada juga disebutkan Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kabupaten Karo, Dickson S Pelawi, bahwa hingga saat ini belum ada data yang menyatakan hotel-hotel telah tutup, termasuk di kawasan wisata resort Tanah Karo.

"Hotel-hotel yang stop operasi sementara selama masa pandemi ini, bukan berarti hotel itu telah tutup secara total mulai dari manajemen hingga perusahaan, karena umumnya masih bertahan untuk tetap menjalankan usahanya sambil mencoba mencari solusi sambil melakukan efisiensi di sana-sini," ujar Dickson Pelawi kepada SIB melalui WA, Kamis (21/1).

Bahkan, ujar pengusaha Hotel Wisma Sibayak Berastagi itu, kalangan mitra wisata dari asosiasi travel yang tergabung dalam ASITA 71, yang selama ini banyak memasok tamu dari luar negeri, saat ini kembali mempromosikan obyek wisata di Sumut, dengan adaptasi prokes kepada wisatawan nusantara untuk kembali merancang aktivitas pelancongan domestik.

Secara terpisah, hal itu juga dicetuskan praktisi perhotelan di wilayah Samosir, Eddin Sihaloho SE (Prima Hotel Group), bahwa sepinya hotel-hotel di kawasan Danau Toba selama masa pandemi justru dijadikan momen untuk mencari inovasi alternatif agar hotel-hotel tetap berfungsi dan beroperasi, misalnya melalui paket-paket wisata lokal dengan standar prokes tersendiri.

"Ada 30-an hotel yang kini beroperasi di kawasan wisata resort Samosir, sebagian besar memang tampak sepi selama masa pandemi tapi sebagian besar pula hotel-hotel itu masih terisi beberapa kamar karena belum ada hotel yang ditutup total walau banyak karyawan yang dirumahkan seperti yang terjadi di hotel-hotel kawasan bisnis di Medan atau kota lainnya," ujar Eddin.

Sebelumnya, Ketua PHRI Sumut, Denny S Wardana, kepada kalangan media (April-Mei 2020 lalu) menyebutkan, ada 71 hotel di Sumut terpaksa ditutup sementara karena terdampak pandemi Covid-19, dengan potensi kerugian mencapai Rp 100 miliar per-bulan.

Hotel-hotel di Medan yang sempat vakum dalam arti sepi, tutup sementara atau reservasi terbatas akibat pandemi tersebut antara lain: Garuda Plaza Hotel, Hotel Danau Toba International, Pardede International, Dprimahotel, Fave Hotel, Wisma Garuda dan Grand Lubuk Raya Hotel, KAMA Hotel, Raz Hotel and Convention, Hotel Syariah Grand Jamee, Putra Mulia Hotel, Karibia Boutique Hotel, Grand Impression, Sumatera Hotel, Grand Melati Hotel, Citi Inn Hotel, Hotel Antares, Swiss Bell, Emerald Garden, Hermes Palace Hotel, Grand Kanaya Hotel, Grand Delta Hotel, Hotel Radisson dan Hotel Madani.

Seperti yang disaksikan SIB bersama Ketua KADIN Langkat, Alvin Rahadian, pada Kamis (21/1), sejumlah hotel wisata di Medan seperti hotel Grand Jamme di kawasan Ring Road Jalan Gagak Hitam, tampak mulai didatangi para tamu dari beberapa kota luar Medan. (M04/c)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok