Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 Juli 2026

2022, Nilai Ekspor Minyak Kelapa Indonesia Meningkat Hingga 36,33%

Redaksi - Sabtu, 31 Desember 2022 10:32 WIB
517 view
2022, Nilai Ekspor Minyak Kelapa Indonesia Meningkat Hingga 36,33%
Foto: Dok/LPEI
Minyak kelapa Indonesia komoditas paling banyak diminati dalam pasar ekspor 
Jakarta (harianSIB.com)
Sebagai negara tropis Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Salah satu yang berpotensi besar untuk diekspor adalah minyak kelapa.

Minyak kelapa Indonesia merupakan komoditas yang memiliki prospek untuk dikembangkan dan paling banyak diminati dalam pasar ekspor, karena manfaatnya yang banyak.

Minyak kelapa menjadi salah satu produk utama yang dihasilkan dari proses pengolahan daging buah kelapa, baik melalui proses pengeringan daging buah kelapa (ekstraksi kering) maupun proses pemerasan santan daging buah kelapa (ekstraksi basah).

Adapun minyak kelapa banyak dimanfaatkan sebagai pengganti minyak goreng kelapa sawit karena memiliki kandungan asam lemak yang baik untuk kesehatan, tidak menimbulkan tumpukan lemak dalam tubuh, serta mengurangi risiko penyakit jantung.

Minyak kelapa juga banyak digunakan sebagai bahan campuran dalam industri kecantikan, karena minyak kelapa bisa dimanfaatkan sebagai pelembab yang efektif untuk kulit dan rambut.

Data olahan yang dibuat oleh Indonesia Eximbank Institute (IEB Institute) menyatakan, secara kumulatif nilai ekspor produk minyak kelapa Indonesia periode Januari-Juli 2022 berhasil mengalami peningkatan di level 36,33% secara year on year (yoy), menjadi USD 768,68 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar USD 563,82 juta.

Peningkatan ekspor ini terjadi karena meningkatnya minat dari negara tujuan ekspor utama.

Pemerintah juga mendorong pengembangan hilirisasi industri kelapa, terutama untuk mendorong ekspor produk minyak kelapa dengan berbagai turunannya yang bernilai tambah.

Pada 2021, Amerika Serikat tercatat sebagai negara tujuan ekspor Indonesia terbesar dengan mencapai angka 22,13% atau sejumlah USD 212,24 juta.

Berdasarkan jenis produk, minyak kelapa dan fraksinya diketahui sebagai produk ekspor utama turunan minyak kelapa yang banyak diekspor oleh Indonesia denganporsi sekitar 55,45% yang setara dengan USD 531,85 juta.

Negara tujuan ekspor selanjutnya Malaysia dengan angka sekitar 18,16% sejumlah USD 174,21 juta, diikuti Tiongkok (17,15% atau USD 170,23 juta), Belanda (12,46% atau USD 119,55 juta), dan Sri Lanka (7,36% atau USD 70,64 juta).

Adapun perbandingan data olahan periode 2020-2021 nilai ekspor minyak kelapa mengalami peningkatan yang mengesankan.

Nilai ekspor minyak kelapa Indonesia tahun 2021 mengalami pertumbuhan yang mengesankan, naik 75,89% yoy mencapai USD 959,23 juta (dibandingkan tahun 2020 sebesar USD 545,37 juta).[br]



Produk minyak kelapa Indonesia menempati posisi ketiga pada 2021 sebagai eksportir produk minyak kelapa dunia setelah negara Sri Lanka.

Ini membuktikan produk minyak kelapa Indonesia memiliki daya saing yang baik di pasar global.

Kepala Divisi IEB Institute, Rini Satriani mengatakan, daya saing produk minyak
kelapa Indonesia juga didukung oleh produktivitas hingga kualitas buah kelapa yang dihasilkan, salah satunya dipengaruhi oleh kondisi iklim maupun tanah.

Selain itu, kata Rini, teknologi pengolahan juga menjadi faktor pendorong yang mampu membawa produk Indonesia mampu bersaing di pasar global. (*)


Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru