Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

INW: Gagalkan Peredaran 428 kg Sabu dan 162 Ribu Ekstasi Jadi Kado Ultah Polri

Redaksi - Sabtu, 01 Juli 2023 18:29 WIB
191 view
INW: Gagalkan Peredaran 428 kg Sabu dan 162 Ribu Ekstasi Jadi Kado Ultah Polri
Foto Dok/INW
Budi Tanjung, Direktur Indonesia Narcotic Watch
Jakarta (harianSIB.com)

Selama Juni 2023, Direktorat Narkoba Bareskrim Polri sukses membongkar tiga rangkaian penyeludupan narkoba jaringan internasional. Jumlah barang bukti yang diamankan dari tiga lokasi di Riau, Aceh dan Bali cukup fantastis. Narkoba jenis sabu seberat 428 kilogram dan 162 ribu butir pil ekstasi serta 13 tersangka.

Indonesia Narcotic Watch (INW) menilai bahwa pengungkapan ini layak menjadi salahsatu kado ulang tahun Polri ke 77. "Prestasi jajaran Ditresnarkoba Bareskrim Polri ini layak menjadi kado ulang tahun Polri tahun ini," ujar Direktur Narcotic Watch (INW) Budi Tanjung, Sabtu (1/7/2023).

Meski menjadi sebuh prestasi, pengungkapan ini juga sekaligus memunculkan keprihatinan mendalam. Sebab, jika merujuk pada jumlah barang bukti narkoba yang berhasil disita dalam operasi selama bulan Juni 2023, hal itu mengindikasikan bahwa tingkat peredaran narkoba di Indonesia masih sangat tinggi.

Oleh karena itu, dalam rangka mempersempit ruang masuknya narkoba ke Indonesia, INW meminta Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan sejumlah pembenahan dan peningkatan pada fungsi direktorat narkoba.

"Pengungkapan ini menjadi bukti nyata betapa kejahatan narkoba di Indonesia semakin mengerikan. Oleh karena itu, INW mendesak Kapolri untuk segera mengambil langkah-langkah ekstra serius," tutur Budi Tanjung.

Menurut Budi, langkah-langkah penting yang harus dilakukan Kapolri antara lain, meningkatkan teknologi security. Hal ini sangat penting mengingat teknologi yang digunakan para sindikat narkotika selalu lebih maju beberapa langkah dari teknologi yang dimiliki Polri.

"Polri perlu melakukan pembaruan teknologi security agar tidak kalah canggih dari teknologi yang digunakan para sindikat narkotika," jelasnya.

Mengingat Indonesia masih menjadi pasar potensial perdagangan narkoba, sudah selayaknya Polri memperkuat kerjasama dengan sejumlah kepolisian negara lain.

"Tentunya, upaya Polri tersebut harus mendapat dukungan kuat dari stakeholder yang lain. Polri tidak mungkin bisa bekerja sendirian melawan kejahatan narkoba tanpa dukungan kuat dari lembaga-lembaga terkait lainnya," tegas Budi Tanjung.(BR)


Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru