Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Rully Syumanda : Perlu Kolaborasi Atasi Polusi Udara di Jakarta

Redaksi - Kamis, 24 Agustus 2023 16:08 WIB
327 view
Rully Syumanda : Perlu Kolaborasi Atasi Polusi Udara di Jakarta
Foto: Google
Ilustrasi
Jakarta (harianSIB.com)

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) berpandangan, bahwa polusi udara yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, disebabkan oleh banyak faktor. Namun, faktor yang dominan yang mempengaruhi adalah akibat asap kendaraan bermotor dan polusi industri.

Karena itu, masyarakat harus mengeluarkan semacam ongkos yang tidak perlu bagi kesehatan. Hal ini sebenarnya bisa dicegah, apabila pemerintah menerapkan kebijakannya secara konsisten.

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPN Partai Gelora Indonesia Rully Syumanda pada acara diskusi Gelora Talks bertajuk 'Polusi Udara Mengepung, Kesehatan Publik Terancam' yang ditayangkan di kanal YouTube Gelora TV, yang juga dihadiri Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Anas Ma'ruf MKM dan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Zenzi Suhadi.

Rully mengatakan, jumlah kendaraan bermotor yang masuk Jakarta diperkirakan mencapai 24 juta dari 101 juta kendaraan bermotor di seluruh Indonesia.

Kendaraan bermotor yang didominasi oleh sepeda motor tersebut, setiap harinya mengeluarkan gas buangan dan asap yang bisa membahayakan kesehatan.

Dipertanyakan bagaimana kebijakan pemerintah terhadap mobil-mobil yang sudah tidak memenuhi standar buangan?

“ Kenapa tetap masih bisa masuk ke Jakarta sampai sekarang," kata Rully dalam siaran pers yang diterima wartawan SIB di Jakarta, Kamis (24/8/2023), sembari menyayangkan upaya pemerintah yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membeli sepeda motor, daripada membenahi moda transportasi.

Akibatnya, jumlah sepeda motor meningkat secara signifikan, terutama di Jakarta, sehingga menyebabkan kemacetan parah dan polusi udara di Jabodetabek.

Partai Gelora berharap ada sebuah arah kebijakan, apa yang harus dilakukan, bukan saling menyalahkan. Kita harus bersama-sama membangun jembatan kolaborasi untuk mencari titik utama kendalanya.

Menurut Rully, salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah adalah melakukan uji emisi untuk kendaraan bermotor baik mobil dan motor untuk tahun 2010 ke bawah. Juga perbaikan kualitas moda transportasi umum harus digencarkan.

Sedangkan, terkait polusi udara yang ditimbulkan oleh industri, terutama terkait keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berbahan bakar batu bara, pemerintah diminta mulai meninggalkan batu bara sebagai bahan bakar dan mencari alternatif lain seperti solar.

Diharapkan pemerintah tidak kecanduan PLTU berbahan bakar batu bara lagi. Sebab, ada 146 PLTU tersebar di seluruh Indonesia, 16 PLTU yang mengepung Jakarta. Sehingga polusi udara di Jakarta, bukan hanya dari kendaraan bermotor, tetapi juga dari 16 PLTU ini.

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Anas Ma'ruf MKM mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kualitas kesehatannya, terutama daya tahan tubuh agar tidak terpapar penyakit yang ditimbulkan oleh polusi udara di Jakarta.

Misalnya air yang dikonsumsi di sekitar kita, itu sehat atau tidak. Lalu, pangannya juga diatur, lingkungan tempat tinggalnya diupayakan tetap sehat, sehingga pada akhirnya tidak menimbulkan gangguan kesehatan.(H1)


Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru